Wisata Karawang yang Menyenangkan

Wisata Karawang yang Menyenangkan

Awalnya Rakarizi bingung kenapa bapak memilih Karawang untuk liburan akhir tahun 2019. Tapi karena Rakarizi anak yang berbakti, ya sudah ikut saja hehehe. Alhamdulillah berkat keikhlasan Rakarizi Wisata Karawang yang tidak begitu diharapkan Rakarizi itu berubah menjadi Wisata Karawang yang menyenangkan.

Wisata Karawang yang Menyenangkan

Bapak dan Mama in action di Green Canyon Karawang bagian bawah

Perjalanan Menuju Karawang

Berangkat dari Bojong Gede Jam 5.00 pagi, Kami menuju pintu masuk tol Sentul City dan rencananya keluar dipintu tol Cibubur, Jonggol dan akhirnya Karawang. Perjalanan itu ditempuh berdasarkan petunjuk teman mama yang memang orang Karawang.

Pada saat perjalanan saja Rakarizi belum tahu mau dibawa ke objek wisata apa di Karawang. Pada awalnya bapak ingin mengunjungi Candi Jiwa tapi tidak jadi karena menurut teman mama lokasi cukup jauh sehingga disarankan untuk Green Canyon Karawang, dan kamipun mengikuti saran tersebut.

Green Canyon Karawang

Green Canyon Karawang ini berada di Kampung Tonjong Roke, Desa Medal Sari, Pangkalan Karawang. Sebetulnya Green Canyon ini terletak diperbatasan Bogor dan Karawang oleh karena itu terdapat 2 pintu masuk. Yaitu pintu masuk dari area Bogor dan Karawang, namun yang lebih tertata dengan gapura loket permanen adalah pintu masuk area Karawang.

Green Canyon Karawang

Bersiap untuk melompat seperti My Trip My Adventure

 

Harga Tiket Masuk Green Canyon

Harga tiket masuk baik dari area Bogor atau Karawang sama saja yaitu Rp. 10.000/orang. Untuk biaya parkir mobil dikenakan tarif Rp. 10.000 sedangkan untuk motor dikenakan tariff Rp. 5.000.

 Hal yang perlu disiapkan

Untuk mengunjungi Green Canyon ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan.  Kenapa demikian karena jika ingin menikmati Green Canyon secara keseluruhan kita harus masuk kedalam air. Jadi ini dia yang perlu disiapkan :

  1. Baju dan Celana untuk dipakai basah-basahan
  2. Pelampung (Karena kita akan menyusuri air sejauh 100 m dengan kedalaman sekitar 1-3 m )

Sebenarnya kita tidak perlu membawa semua itu karena warung-warung disekitar Green Canyon menyediakan semua itu. Untuk harga baju dan celana dijual sekitar Rp. 30.000- Rp. 100.000 sedangkan untuk sewa pelampung seharga Rp. 20.000.

Menikmati Wisata Green Canyon

Green Canyon terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bagian bawah terdiri atas air terjun dengan ketinggian kurang lebih 7 meter dengan batu-batu kali dibawahnya cukuplah namun kurang alami menurut Rakarizi.

Untuk bagian atas Green Canyon merupakan sungai yang diapit dinding batu alami yang indah. Sungai ini berada diatas air tejun pertama dengan warna air hijau alami sedalam 1-3 meter dengan panjang sekitar 100 m ke air terjun kedua. Petualangan dibagian atas Green Canyon inilah yang memerlukan pelampung untuk menyusuri sungai sejauh 100 m menuju air terjun kedua yang alami dan indah.

Perjalanan menyusuri sungai inilah yang sangat seru menurut Rakarizi. Mengalun melawan aliran air sungai, menikmati dinding-dinding batu alami bahkan sesekali naik keatas batu setinggi 1,5 m kemudian melompat menceburkan diri ke sungai, sungguh seru sekali. Hanya satu kegagalan kami, yaitu gagal mencapai air terjun kedua, setiap kali mencoba kami selalu terdorong arus air terjun air yang deras.

Itulah cerita keseruan Rakarizi di Green Canyon benar-benar Wisata Karawang yang menyenangkan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Keseruan kami menikmati alam Green Canyon Karawang

Baca juga Cerita petualangan lainnya Menjelajah 2 Curug dalam sehari

Monumen Kebulatan Tekad

Setelah Check Out dari Hotel Swiss-Belin Karawang kami bergerak sejauh 20 km menuju Monumen Kebulatan Tekad. Monumen Kebulatan Tekad terletak di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Monumen Kebulatan tekad memiliki area yang tidak begitu luas dikelilingi pagar besi dengan jalan paving block ditengah menuju tugu kebulatan. Tugu Kebulatan Tekad terdiri dari dinding bertuliskan teks proklamasi, bola bertuliskan 17 Agustus 1945 dan diatasnya terdapat kepalan tangan yang menandakan kebulatan tekad untuk merdeka. Di belakang tugu terdapat dinding berisikan gambar yang menceritakan usaha-usaha sebelum proklamasi kemerdekaan.

Bapak mengajak Rakarizi kesini agar Rakarizi belajar tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Tapi Rakarizi tidak puas sampai disini dan ingin mengunjungi rumah peristiwa Rengasdengklok.

Pose mana yang lebih keren, Bapak atau Rakarizi ?

Rumah Peristiwa Rengasdengklok

Rumah ini merupakan rumah milik Djiaw Kie Siong seorang petani Tionghoa yang merelakan rumahnya dijadikan tempat persiapan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Rumah ini merupakan rumah tempat penculikan Ir. Soekarno dan Drs. Moch. Hatta oleh para tokoh pemuda seperti Sukarni, Adam Malik dan Chaerul Saleh.

Rumah Sejarah Rengasdengklok

Rumah Sejarah Rengasdengklok yang masih sama seperti zaman dahulu

Penculikan dilakukan oleh tokoh pemuda agar Ir. Soekarno dan Drs. Moch. Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Dirumah ini juga teks proklamasi dibuat pada tanggal 16 Agustus 1945.

Rumas peristiwa rengasdengklok

Rakarizi mengisi buku tamu dan ruang utama Rumah Sejarah Rengasdengklok

Rumah ini masih seperti aslinya pada jaman dahulu, kamar Ir. Soekarno dan Drs. Moch. Hatta pun masih tertata dengan rapi dan terawat. Puas rasanya berlibur di Karawang senang-senang dialam dapat, ilmu sejarahpun Rakarizi dapatkan, ckckck Wisata Karawang yang Menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *