Mengunjungi Masjid di Singapura

Mengunjungi Masjid di Singapura

Pada kunjungan kedua Rakarizi di negeri singa ini, Rakarizi mempunyai target ingin melaksanakan shalat di beberapa Masjid di Singapura. Sebelum berangkat Rakarizi telah membuat itenerary yang mengarahkan target wisata keluarga kita kali ini adalah mengunjungi Masjid di Singapura.

Mengunjungi Masjid di Singapura

Masjid Sultan Masjid paling bersejarah di Singapura

Langkah kongkrit pun dilakukan mama dengan memesan kamar di Hotel Boss yang sangat dekat dengan Masjid Malabar. Didalam google maps terlihat letak Hotel Boss dan Masjid Malabar hanya dipisahkan oleh Jl. Sultan saja.

Ketika kami sampai di Singapura kami tidak langsung melakukan kunjungan ke Masjid Malabar melainkan hanya melewatinya saja, karena target pertama kami dalam mengunjungi Masjid di Singapura adalah Masjid Sultan. Dari Hotel Boss menuju Masjid Sultan hanya menyusuri Jl. Victoria sepanjang kurang lebih 200 m kemudian belok kiri di Jl. Pisang maka Masjid Sultan pun terlihat sudah.

Masjid Sultan

Masjid Sultan merupakan Masjid yang pertama didirikan di negara Singapura tepatnya tahun 1824 M dibangun dan selesai dibangun pada tahun 1826 M. Sir Stamford Raffles memberikan $3000 untuk pembangunan konstruksi Masjid 1 lantai dengan atap berundak. Masjid ini kemudian diberikan kepada Sultan pertama Singapura Sultan Hussein Shah. Desain Masjid Sultan yang kita lihat saat ini merupakan hasil rancangan Denis Santry dari Swan and Maclaren Firma arsitektur tertua di Singapura.

Masjid Sultan

Hanya berfoto dari North Bridge Road

Entah kenapa pada saat kami kesana hanya cukup puas berfoto di North Bridge Road dengan latar belakang kubah Masjid Sultan yang indah. Kami tidak masuk kedalam Masjid Sultan karena kami telah melaksanakan shalat ashar. Memang penyesalan datang belakangan ternyata area dalam Masjid Sultan begitu indah… haduuuh nyesel banget deh.

Setelah berfoto di North Bridge Road dengan latar belakang Masjid Sultan kami makan di Hajah Maemunah Restaurant yang berada di Jl. pisang tak jauh dari Masjid Sultan.

Masjid Malabar

Target saya untuk bisa merasakan shalat subuh berjamaah pertama kalinya di negeri orang tercapai di Masjid Malabar. Bergegas dari lantai 11 Hotel Boss pada pukul 5.24 waktu Singapura. Kemudian menunggu lampu hijau menyala di Jl. Sultan kemudian menyebrang ke Masjid Malabar.

Masjid Malabar

Saat akan menyebrangi Jl. Sultan menuju Masjid Malabar

Berwudu dilantai bawah kemudian naik ke area utama Masjid Malabar langsung duduk khawatir shalat subuh akan segera dimulai. Ternyata shalat subuh dimulai 20 menit kemudian setelah jamaah berkumpul… ah tau gitu tadi saya shalat sunat sebelum subuh dulu tadi hehehe, lagi-lagi menyesal. Ada yang sedikit berbeda ternyata di Masjid Malabar doa qunut dibaca keras seluruhnya sedangkan di Indonesia doa qunut dibaca keras pada lima kalimat pertama saja.

Masjid China Town

Masjid yang terdapat di daerah China Town Singapura bernama Masjid Jamae (Chulia). Masjid Jamae Chulia didirikan kaum Chulia tahun 1826. Kaum Chulia adalah Muslim Tamil dari Coramandel Coast India Selatan. Masjid Jamae Chulia memiliki gerbang yang unik yaitu 2 buah menara khas masjid ditengah nuansa Tionghoa di China Town.

Sejarah Masjid Jamae Chulia

Kami mampir ke Masjid ini setelah berbelanja oleh-oleh di China Town kemudian makan siang di Teh Tarik Time China Twon Food Street. Dihari yang terik itu kami berjalan di trotoar Jl. Mosque tanpa penghalang dari atas sedikit jadi panas banget temen-temen. Sesampainya di Masjid Jamae Chulia kami disambut oleh seorang bapak yang bisa berbahasa melayu dengan salam yang ramah. Kami shalat secara bergantian yang perempuan shalat terlebih dahulu.

Masjid Jamae Chulia yang tetap nyaman meski panas terik

Bapak India tadi menghampiri kami lagi dengan menyapa mengunakan bahasa Inggris menanyakan apakah kami kehausan ? Kemudian kami jawab ya. Kemudian Bapak India membawakan 5 botol air mineral untuk kami berlima katanya karena beliau melihat kami datang berlima tadi. Alhamdulillah baik sekali bapak ini semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dengan yang lebih baik lagi aamiin.

Sebetulnya target kunjungan masjid di Singapura ada empat masjid tapi Masjid Moulana Mohd Ali dikawasan Raffles Place tidak jadi kami kunjungi. Kenapa kami tidak kunjungi karena pada saat sampai dikawasan di Raffles Place kami sudah menunaikan shalat.

Ok temen-temen Rakarizi kali ini mengunjungi Masjid di Singapura nya tiga dulu aja ya. Next time inshaaAllah bakal lebih banyak lagi Masjid yang akan Rakarizi kunjungi didalam atau diluar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *