Arsip Kategori: Jakarta

Menikmati Libur Lebaran ke Tempat Wisata Anti Mainstream di Jakarta

Menikmati Libur Lebaran ke Tempat Wisata Anti Mainstream di Jakarta

Libur lebaran tahun 2019 tidak terlalu panjang Rakarizi bingung mau pergi kemana? untuk mengisi waktu liburan tahun ini. Beruntung orang tua Rakarizi telah memesan hotel di Jakarta jadi tinggal Menikmati Libur Lebaran ke Tempat Wisata Anti Mainstream di Jakarta saja hehehe.

Tempat Wisata Anti Mainstream di Jakarta

JPO Istora yang bukan merupakan JPO tujuan Rakarizi

Kenapa Rakarizi memilih berlibur ke tempat wisata yang anti mainstream karena jika memilih ke tempat wisata yang umum pastilah sangat ramai. Jika tempat ramai dan berjubel bukan keceriaan yang didapat malah kepenatan hehehe itu menurut Rakarizi lho. Selain menghindari keramaian tempat wisata anti mainstream juga lebih murah dalam segi biaya sehingga tidak terlalu memberatkan hehehe.

Menyusun itenerary untuk Menikmati Libur Lebaran ke Tempat Wisata Anti Mainstream di Jakarta

Menyusun itenerary diperlukan untuk memudahkan perjalanan dan menfokuskan tujuan tempat wisata anti mainstream di Jakarta. Setelah berdiskusi bersama didapatlah itenerary sebagai berikut :

Mengunjungi Masjid Ramlie Musofa sekaligus Shalat Jum’at disana, Makan Siang dikawasan Kelapa Gading, Check In Hotel, Berfoto ria di JPO Instagramable Senayan, Naik MRT Jakarta, Menikmati makan malam di Mall Ambasador dan Staycation di Manhattan Hotel.

Mengunjungi Masjid Ramlie Musofa

Hal pertama yang Rakarizi lakukan dalam Menikmati Libur Lebaran ke Tempat Wisata Anti Mainstream di Jakarta adalah dengan berangkat dari Bojong Gede jam 08.00 menuju Masjid Ramlie Musofa dikawasan Sunter Jakarta. Alhamdulillah perjalanan Rakarizi berjalan dengan lancar, Rakarizi sampai di Masjid Ramlie Musofa jam 09.50. Kami sampai sesuai dengan yang direncanakan sehingga kami bisa puas berfoto-foto dan membuat Vlog tentang Masjid Ramlie Musofa. Vlog Masjid Ramlie Musofa bisa dilihat disini.

Masjid Ramlie Musofa adalah Masjid berbentuk seperti Taj Mahal di India yang berdiri dikawasan Sunter Jakarta Utara. Masjid ini berwarna putih megah dengan arsitektur yang sangat cantik tak heran jika masjid ini dijadikan tempat shooting adzan magrib disalah satu stasiun tv swasta di Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2011 dan diresmikan tahun 2016 oleh Prof. Dr. Nasarudin Umar dan H. Ramli Rasidin sang pemilik.

Oh ya didepan Masjid Ramlie Musofa terdapat Danau Sunter yang cukup indah untuk dinikmati. Setelah puas berfoto-foto di Masjid Ramlie Musofa kami menunggu waktu shalat jum’at tiba dengan menikmati mie ayam dipinggir Danau Sunter.

Tonton Youtube Rakarizi ketika berada di Masjid Ramlie Musofa

Makan Siang di kawasan Jakarta Utara

Mulanya kami berencana makan siang dikawasan Kelapa Gading tetapi rencana itu terpaksa kami batalkan karena susah juga untuk mencari tempat makan yang halal dan cocok dengan kami dikawasan tersebut melalui google. Setelah shalat jum’at kami mendapatkan brosur tempat makan dekat Masjid Ramlie Musofa, Food Stop namanya jadilah kami makan disana hehehe kemakan iklan di brosur.

Check In Hotel Manhattan

Setelah perut terisi kami lalu menuju Hotel Manhattan untuk melakukan check in. Kami dihotel hanya untuk menaruh mobil, menaruh barang-barang bawaan dan shalat ashar. Kami memutuskan untuk menaruh mobil di hotel karena cukup sulit juga mengikuti GPS di Jakarta, karena jalannya yang bertumpuk-tumpuk dan bercabang-cabang. Hehehe maklumlah orang kampuuung jadi bingung kalo ngikutin jalanan kota Megapolitan.

Menuju JPO Senayan yang Instagramable

Kami dijemput oleh taxi online dari hotel menuju JPO Senayan. Sampai dikawasan Senayan Bapak melihat JPO yang melintang dijalan Sudirman lalu memutuskan untuk turun dari taxi online. Hahaha karena ke sok tauan bapak ternyata kami salah turun, karena itu merupakan JPO Istora bukan JPO Senayan. Alhasil kami harus berjalan kaki lagi menuju JPO Senayan yang berjarak sekitar 500 m lebih. Untunglah trotoarnya indah dan nyaman sehingga berjalan sejauh itu menjadi tak terasa jauh.

Sampailah kami di JPO senayan yang instagramable itu. Disana telah banyak orang yang mendokumentasikan dirinya dijembatan ini. Tua, muda, kamera hp, kamera canggih turut serta dalam pengabadian momen keberadaan mereka di JPO Senayan ini. Rakarizipun turut serta berfoto ria di JPO ini cuma gaya Rakarizi berfoto tidak sehebat mereka.

JPO Senayan ini akan lebih cantik jika lampunya sudah menyala, tapi Rakarizi tak bisa menunggu sampai waktu itu tiba

Mencoba MRT di Jakarta

Dari JPO Senayan Rakarizi berjalan kaki kembali menuju Stasiun MRT Istora untuk merasakan naik MRT di Jakarta. Dulu Rakarizi sempat merasakan naik MRT di Singapura dan Kuala Lumpur ketika Rakarizi berharap semoga Indonesia dapat memiliki moda tranportasi umum semacam MRT, dan alhamdulillah harapan Rakarizi terkabul Indonesia memiliki moda transportasi MRT tahun ini.

Awalnya Rakarizi ingin naik MRT dari Senayan ke Bundaran HI tapi kata petugas MRT “MRT hanya sampai Stasiun Dukuh Atas saja”. Jadilah Rakarizi hanya memesan sampai Stasiun MRT Astra Setiabudi agar tidak jauh dari tempat kami menginap.

Stasiun MRT Jakarta

Harga tiket MRT dari Istora Mandiri ke Astra Setiabudi adalah sebesar RP. 3.000. Hanya saja kita mesti membeli kartu single trip Rp. 15.000 untuk bisa masuk kedalam stasiun MRT jadi total biaya untuk menuju stasiun Astra Setiabudi sebesar Rp. 18.000 ( 15.000 + 3.000 ). Kartu single trip bisa di refund di stasiun tujuan dan uang 15.000 kita akan kembali.

Makan Malam di Kuningan City Mall

Tadinya Rakarizi akan makan malam di Mall Ambasador tapi berhubung Mall Ambasador terlalu jauh dari Hotel Manhattan maka kami pilih Kuningan City Mall untuk mencari tempat makan malam. Kuningan City Mall tidak terlalu ramai tapi memiliki fasilitas yang sangat baik. Musholla Kuningan City Mall sangat bersih sehingga sangat nyaman untuk beribadah.

Musholla Kuningan City Mall yang bersih dan nyaman

Kami makan malam di Resto Gula Merah yang ada di area Kuningan City Mall. Untuk lebih lengkapnya  mengenai Resto Gula Merah bisa dibaca disini ya.

Setelah kenyang menyantap makanan di Resto Gula Merah Kuningan City Mall, kami kembali ke Manhattan Hotel untuk beristirahat. Demikian perjalanan Rakarizi dalam Menikmati Libur Lebaran di Tempat Wisata Anti Mainstream di Jakarta. Semoga temen-temen bisa menikmati tulisan ini ya… terima kasih. Dan jangan lupa baca juga ulasan Rakarizi tentang pengalaman Mencoba Hotel bintang 5 Manhattan Hotel.

Liburan Murah Meriah di Jakarta

Liburan Murah Meriah di Jakarta

Awalnya tidak ada rencana apa-apa hari minggu ini. Waktu menuju siang terasa lama bagi Rakarizi akibat merasa bosan dirumah saja tak kemana-mana hehehe. Rakarizi merengek ingin jalan-jalan keluar merasakan suasana yang berbeda menghilangkan rasa bosan yang mendera yaaa elah lebay amat kata-katanya yak. Berhubung tanggal menunjukkan tanggal tua jadi bapak memutuskan untuk Liburan murah meriah di Jakarta Rakarizi pun mengamininya yang penting keluar rumah.

Liburan Murah Meriah di Jakarta

Rakarizi berpose di Monumen Pembebasan Irian Barat

Perjalanan Menuju Lapangan Banteng

Berangkat dari Bojong menuju Stasiun Cilebut agar bisa memarkirkan kendaraan kami dengan mudah karena kalau Stasiun Bojong agak susah parkir. Naik Comuter Line tujuan Stasiun Juanda karena tujuan liburan murah meriah di Jakarta kami yang pertama adalah Lapangan Banteng. Menurut mbah Google Stasiun terdekat dari Lapangan Banteng adalah Stasiun Juanda dan memang benar adanya.

Sampai di Stasiun Juanda kami langsung mencari Bajaj untuk menuju Lapangan Banteng. Setelah tawar menawar harga dicapailah angka kesepakatan ongkos menuju Lapangan Banteng adalah Rp. 15.000. Waktu tempuh dari Stasiun Juanda ke Lapangan Banteng tidak terlalu lalu lama hanya sekitar 5 menit saja.

Lihat juga wisata kuliner Jakarta

Ada apa di Lapangan Banteng ?

Sampai di Lapangan Banteng kami turun dari bajaj karena sudah siang cuaca sangat terik sekali. Lapangan Banteng merupakan lapangan seluas 5,2 Ha yang dibagi dalam beberapa area.

Area Monumen Pembebasan Irian Barat

Area ini merupakan area yang paling tampak dari kejauhan karena patung ini merupakan bangunan paling tinggi di Lapangan Banteng dan merupakan bagian utama dari Lapangan Banteng. Monumen ini merupakan pengingat perjuangan dalam pembebasan Irian Barat yang sekarang lebih dikenal dengan provinsi Papua.

Area Amphiteatre

Area ini yang paling kami suka karena sangat cantik untuk difoto. Amphiteatre ini berbentuk setengah lingkaran mengelilingi kolam air mancur dengan sebelas tangga.

Area Air Mancur

Air Mancur di Lapangan Banteng akan dioperasikan setiap sabtu malam pukul 18.30. Pertunjukan air mancur yang menari-nari dengan lampu warna-warni dengan diiringi lagu nasional maupun daerah ini akan berlangsung selama 15 menit. Sungguh suasana yang dapat menghibur warga masyarakat yang selama seminggu penuh disibukkan oleh pekerjaan dan pelajaran yang memberatkan otak.

Area Bermain Anak

Area ini merupakan tempat untuk bermain anak-anak ada perosotan jungkat-jungkit dan lain-lain.

Area Lapangan Olah Raga

Ketika Rakarizi kesini banyak orang-orang yang sedang berolah raga baik tua maupun muda.

ketika Rakarizi berkunjung ke Lapangan Banteng terdapat pameran tanaman dan hewan. Kebanyakan yang dipamerkan adalah tanaman anggrek dan hewan reptil. Rakarizi cuma liat-liat saja tidak beli yang Rakarizi beli beli es goyang makanan mama dan bapak jaman dulu hehehe. Tak terasa waktu telah sore sudah masuk waktunya shalat ashar lalu kami lihat dari kejauhan ada kubah masjid lalu kami mendekat ke kubah tersebut yang ternyata kubah Masjid Istiqlal hehehe.

Yang tak jauh dari Jakarta Wisata Bogor

Makan Pecel di Masjid Istiqlal

Ternyata dari Lapangan Banteng ke Masjid Istiqlal jaraknya tidak jauh berarti dari Stasiun Juanda ke Lapangan Banteng deket juga kalo gitu ngapain tadi naik bajaj ya? hehehe. Sampai di Masjid di Istiqlal kami langsung shalat ashar setelah shalat berfoto-foto sebentar di area masjid.

Setelah shalat, perut Rakarizi lapar cari-cari di google tidak ada tempat makan yang deket plus murah. Akhirnya kami putusin untuk menuju stasiun siapa tahu di stasiun ada tempat makan sesuai target. Baru keluar area masjid mata terbelalak melihat ada tukang pecel pinggir kali yang ada di Area Istiqlal. Lalu kami bertiga menikmati pecel Istiqlal ditemani angin sore yang berhembus sambil mengenang masa kuliah bapak yang katanya sering makan pecel di Istiqlal.

Pecel Istiqlal

Pecel Istiqlah yang kami nikmati disore hari

Menikmati Bis Tingkat Gratis

Keluar dari area Istiqlal Rakarizi melihat ada banyak orang yang sedang berkumpul menunggu bis tingkat gratis ke berbagai tujuan. Lalu Rakarizi ingin ikut menikmati juga bisa tingkat gratis dan memilih tujuan Bundaran Hotel Indonesia yang akan balik lagi ke Stasiun Juanda.

Begitu Bis Tingkat datang dan kondisinya kosong Rakarizi langsung masuk ke lantai 2 bis, sayang dilantai 2 bis tidak ada sopirnya hehehe . Bisnya nyaman, kondisinya baik, gratis pula wehhh pokoknya mantaplah. Bis yang Rakarizi naiki adalah History of Jakarta (BW 1) dengan rute Juanda-Monas-Balai kota-Museum Nasional-Gedung Arsip-Museum Bank Indonesia-BNI 46-Pasar Baru dan kembali lagi ke Juanda.

Hal yang Rakarizi kagumi ketika menaiki bis tingkat adalah kondisi Jakarta yang sudah berbeda. Trotoarnya lebar-lebar rapih indah nyaman untuk dinikmati oleh pejalan kaki. Melihat kemegahan hotel bersejarah yaitu Hotel Indonesia Kempinski dan ada juga karya seni bambu yang cukup besar tak jauh dari bundaran HI. Karya seni bambu itu masih baru jadi masih asing bagi Rakarizi, karya seni itu bernama Getah Getih yang dibuat oleh seniman Joko Avianto.

Menikmati Jakarta disore hari

Lelah sudah menikmati kota Jakarta hari itu, bangga memiliki Ibu Kota Negara seperti ini. Next time Rakarizi akan melakukan liburan murah meriah di Jakarta lagi menikmati tempat indah di Jakarta yang gratis-gratis. Target sih JPO-JPO Jakarta yang indah dan Masjid Ramlie Mustofa plus staycation di hotel kalo punya uang hehehe.

Jalan-Jalan Singkat di BSD

Jalan-jalan singkat di BSD

Berawal dari rengekan Rakarizi yang ketika hari sabtu libur hanya berdiam diri di rumah. Acara di rumah saat itu hanya nonton tv, main hp, shalat dan makan. Bapakpun tak bisa tidur siang karena Rakarizi merengek terus karena tidak ada teman disekitaran rumah. Melihat keadaan seperti itu bapak langsung berpikir bagaimana caranya agar Rakarizi tidak merasa bosan di hari minggu besok. Yang ada dipikiran bapak ternyata mengajak kita melakukan jalan-jalan singkat di BSD.

Jalan-jalan singkat di BSD

Salah satu spot foto di Jaletreng River Park Taman Kota 2 BSD


Eh Rakarizi juga pernah wisata singkat di Singapura lho hehehe

Seperti biasa jikalau keluarga Rakarizi ingin pergi ke suatu tempat pasti habis shalat subuh. Mama seperti biasa menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan menyiapkan perbekalan untuk sarapan dijalan. Ternyata kata bapak ½ 7 tujuh aja kita jalan karena ini bukan ke kawasan puncak yang pasti macet alhasil perbekalan dibuka kembali untuk dimakan di rumah hehehe.

Taman Kota 2 BSD

Tujuan kita yang pertama pada jalan-jalan singkat di BSD kali ini adalah Taman Kota 2 BSD. Berbekal google maps dengan tujuan Taman Kota 2 BSD kita meluncur menuju tempat tersebut. Sesuai dengan prediksi Google maps kita sampai di Taman Kota 2 BSD pukul 8.00 berarti 1 jam setengah dari Bojong Gede rumah kita. Sampai disana parkiran mobil sudah hampir penuh untung saja masih diperbolehkan parkir hanya tidak boleh di rem tangan saja.

Taman Kota 2 BSD merupakan taman yang diperuntukan warga sekitar untuk berolah raga ataupun sekedar berjalan-jalan, Rakarizi aja yang kejauhan dari Bojong kemari hehehe. Masuk ke taman kota 2 BSD kita melalu jembatan yang cukup iconic di taman ini Cuma sayang sulit berfoto disini karena banyak orang. Tidak ada tiket masuk ke taman ini alias gratis saudara-saudara. Setelah melewati jembatan kita memasuki area hutan kota yang cukup sejuk karena ditumbuhi banyak pepohonan.

Area hutan kotanya cukup luas sekitar 9 hektar jika digabung taman kota 1 BSD. Jika terus berjalan kita akan menemukan Jaletreng River Park. Jaletreng river park sangai ramai karena banyak fasilitas penunjangnya disini. Ada area jajanan. Area pedestrian yang mengelilingi sungai Jaletreng yang luas dan bagus. Ada juga area tunggu seperti stadion tempat duduknya agak naek keatas bukit sehingga sambil nunggu bisa sambil mengawasi dan menikmati pemandangan Jaletreng River Park. Area pedestrian Jaletreng River Park cukup luas sehingga ada banyak fasilitas yang bisa Anda gunakan untuk berkeliling diantaranya :

  1. Sepeda
  2. Sepeda Tandem (Sepeda yang dikayuh berdua)
  3. Delman
  4. Becak kecil

Suasana Taman Kota 2 BSD


Rakarizi hanya mencoba sepeda tandem berdua dengan bapak itupun pada awalnya sangat kesulitan karena pedalnya berbeda arah jadi tidak kompak. Alhasil hanya bapak yang mengayuh sepeda tandem itu hehehe daripada kalo dikayuh berdua malah jatuh. Harga sewa sepeda tandem 20.000 per setengah jam… terlalu sebentar enggak juga teman, karena setengah jam aja udah capek banget hehehe. Untuk Area Jajanan Rakarizi membeli makanan rambuk nenek 10.000, Tahu Gejrot 7.000 dan minuman es seharga 5.000an saja.

Floating Castle Froggy

Selepas dari taman kota 2 BSD kami menuju Floating Castle Froggy. Floating Castle Froggy lokasinya terletak di Jl. BSD Grand Boulevard, Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tanggerang Banten Indonesia. Jika Anda ingin mengunjungi tempat ini gunakan saja google maps ya soalnya bapak Rakarizi juga agak bingung kalo tidak dipandu Google maps.

Floating Castle Froggie

Kami berada di Floating Castle Froggie


Floating Castle Froggy adalah istana yang didirikan oleh Fernando Iskandar karena terinspirasi dari kisah Jack dan Pohon Kacang. Fernando menjadikan istana tersebut sebagai lembaga pendidikan non formal yang dinamai froggy edutography. Istana ini memiliki 10 lantai dimana setiap lantai memiliki sebuah program mimpi anak seperti kelas cerdas matematika, gerak, berteman, musik dan visual spasial. Intinya istana ini mengarahkan agar anak-anak memiliki mimpi atau cita-cita yang besar.

Pada saat Rakarizi kesini suasana begitu sepi tetapi parkiran begitu penuh. Kami tidak masuk kedalam istana karena Rakarizi Cuma sendiri anak-anaknya. Takutnya diharuskan rombongan anak-anak yang datang kami memutuskan untuk hanya berfoto-foto diluar saja. Kami tidak lama ditempat ini karena cuaca lumayan terik Rakarizi sangat kepanasan sehingga ingin buru-buru ke AEON Mall.

AEON Mall

Aeon Mall letaknya sebenarnya tidak jauh dari Floating Castle Froggy tetapi kita harus belok kiri kemudian putar balik dan terus mengikuti perintah mbah google saja hehehe. Sampai Aeon Mall, mallnya baru buka jadi santai-santai didalam mall sambil menunggu jam makan siang. Sebenarnya tujuan kami ke AEON Mall adalah  untuk menikmati taman sakura buatan dan makan siang. Tapi apadaya panas begitu terik Taman Sakuranya pun tak begitu indah jika disiang hari jadi kami putuskan untuk tidak ke Taman Sakura.

AEON Mall BSD

Floating Castle Froggie dilihat dari AEON Mall BSD


Langsung lanjut ke tujuan kedua di Mall ini yaitu makan siang. Kami langsung melihat restaurant-restaurant yang tertata rapi dan terasa sejuk salut deh dengan Mall Aeon. Kriteria utama kami dalam mencari makan siang di AEON Mall adalah label Halal dan Nasi hehehe maklumlah orang Bogor jadi harus ketemu nasi. Di lantai bawah kami menemukan resto yang berlabel Halal yaitu Popolamama tapi menu yang ditawarkan pasta dan pizza sedangkan kami butuh nasi hehehe. Akhirnya kami memutuskan untuk naik ke lantai paling atas dimana ada banyak resto-resto dan foodcourt disana.

Setelah survey dan menemukan beberapa resto yang berlabel Halal kami memutuskan untuk makan di SUKIYA.

SUKIYA

Sukiya adalah resto makanan Jepang tapi bukan resto terkenal atau mewah dengan tatanan resto yang wah. Kami mampir bukan karena itu tapi karena label halal yang terpampang sehingga kami dapat makan dengan tenang. Hampir semua menu ada ukurannya small, regular atau large dan kami pilih yang regular.

Menu yang kami pesan adalah Curry with beef untuk Raka dengan harga Rp. 45.000. Tokyo Ramen untuk mama dengan harga Rp. 33.000 sedangkan bapak memilih paket hemat with beef dengan harga Rp. 29.000. Curry with beef disajikan dalam mangkok terdiri dari nasi, irisan daging dan curry yang ada isinya rasanya cukup enak. Untuk Tokyo Ramen terdiri dari mie tipis, nori lebar kuahnya seger. Sedangkan untuk menu terakhir paket hemat with beef terdiri dari irisan daging berbumbu, pangsit goreng yang empuk, acar bersama mayonaisenya yang seger.

Makanan dan minuman yang kami pesan di Sukiya


Eh hampir lupa untuk minumannya kami pesan Mirinda Strawberry minuman yang telah lama kami kangenin, Lemon Tea Ice dan ocha. Semua minuman yang kami pesan berharga Rp. 7.000an menurut kami harganya cukup murah dengan porsi yang lumayan besar apalagi ochanya dapat diisi ulang.

Kalo pengen tau Rakarizi wisata kuliner kemana aja bisa liat menu ini

PERJALANAN PULANG

Setelah makan di Sukiya kami pulang ke rumah dengan tetap menggunakan bantuan google maps karena kalo tidak bapak bisa puyeng hehehe. Estimasi sampai di rumah menurut google maps adalah sekitar 2 jam dan ternyata estimasinya tepat. Alhamdulillah kami selamat sampai di rumah dan Jalan-jalan singkat di BSD kita berhasil hehehe.

Pulau Seribu

PULAU SERIBU

Berhubung dana untuk libur terbatas jadi bingung untuk mencari tempat untuk berlibur selama libur lebaran. Mencari-cari di internet tempat berlibur yang murah meriah akhirnya Rakarizi menemukan trip 3 Pulau di Kepulauan Seribu dengan biaya per orang Rp. 95.000. Dengan tanpa ba bi bu Rakarizi langsung memesan paket wisata tersebut dengan jadwal trip tanggal 17 Juni 2018 alias H+1 lebaran. Kami juga memesan kamar hotel di Traveloka yang lokasinya tidak jauh dari stasiun Jakarta Kota untuk kami beristirahat sepulang dari Pulau Seribu. inilah cerita lengkap kami di Pulau Seribu.

Pulau Seribu

Pantai Pulau Kelor


Perjalanan Menuju Meeting Point

Pada saat hari H perjalanan Rakarizi menuju 3 Pulau Rakarizi naik kereta tujuan Jakarta Kota paling pagi yaitu keberangkatan pukul 4.50 dari Bogor. Kenapa Rakarizi memilih kereta paling pagi karena agar sampai di Dermaga Muara Kamal tepat waktu yaitu pukul 7.30. Kereta tiba di Stasiun Jakarta Kota pukul 6.30 lalu Rakarizi ke Toilet dan membeli perbekalan secukupnya.

Sekitar Pukul 7.45 Rakarizi memesan taxi online dengan tujuan TPI Muara Kamal. Ingat ya kawan2 tolong ingatkan drivernya untuk mengikuti GPS . Karena kadang2 driver tidak melihat GPS malah langsung menuju Dermaga Muara Angke padahal Dermaga Muara Angke dan Dermaga Muara Kamal adalah tempat yang berbeda, Meski sama2 tempat menyebrang ke Pulau Seribu. Setelah 30 menit perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota tibalah Rakarizi di Dermaga Muara Kamal. Kemudian kami mencari Gedung Biru yang merupakan Meeting Point kami.

Benteng Martelo

Benteng Martelo


Pulau Kelor

Perjalanan dari Dermaga Muara Kamal ke Pulau Seribu yang Pertama yaitu Pulau Kelor berlangsung selama kurang lebih 30 menit mengarungi lautan. Pulau Kelor merupakan Pulau Kecil dengan luas sekitar 2 Ha yang memiliki Benteng Martelo sebagai kekhasan pulau tersebut. Tapi Pulau Kelor bukan hanya Benteng Martelo tapi juga memiliki keindahan yang cukup bisa dinikmati.

Salah satu keindahan Pulau Kelor Diantaranya hamparan pasir putih dengan kerang-kerang yang bisa menjadi objek foto. Air lautnya pun bersih sehingga menurut Rakarizi Pulau Kelor adalah Pulau terindah yang Rakarizi kunjungi pada trip 3 pulau kali ini. Berhubung pulau ini cukup kecil jadi fasilitas yang ada di Pulau ini cukup minim yaitu hanya ada Toilet dan Toko Kecil.

 

Benteng Martelo2Benteng Martelo


Pulau Onrust

Pada pukul 11.30 kami menuju pulau berikutnya yaitu Pulau Onrust . Perjalanan laut yang ditempuh dari Pulau Kelor ke Pulau Onrust sekitar 15 menit mengarungi laut. Pulau Onrust merupakan pulau terbesar yang Rakarizi kunjungi dalam trip 3 pulau kali ini luasnya kurang lebih 7.5 Ha. Pulau Onrust merupakan pulau bersejarah yang memiliki bermacam cerita selama masa penjajahan Belanda maupun Jepang.

Pulau Onrust pernah menjadi sebuah kota kemudian dihancurkan oleh Inggris. Kemudian Dibangun lagi oleh Belanda kemudian hancur lagi oleh Gelombang Tsunami akibat letusan Gunung Krakatau. Kemudian dibangun lagi sebagai asrama haji dan Rumah Sakit jaman Belanda kemudian hancur lagi. begitulah sejarah singkat Pulau Onrust yang disampaikan oleh Tour Guide kami kurang lebihnya mohon maaf ya hehehe.

Pulau Onrust merupakan pulau yang memiliki fasilitas terlengkap dari ketiga pulau yang rakarizi kunjungi. Fasilitas yang ada di pulau ini toilet yang bersih, ada beberapa tempat makan dan Musholla yang cukup besar.

Pulau Onrust

Salah Satu Bangunan di Pulau Onrust


Pulau Cipir

Pulau terakhir yang Rakarizi kunjungi adalah Pulau Cipir. Pulau ini merupakan pulau yang lebih luas dari Pulau Kelor tapi lebih kecil dari Pulau Onrust. Pulau Cipir juga memiliki pantai sama seperti Pulau Kelor sedangkan Pulau Onrust tidak memiliki pantai.

Di Pulau Cipir juga terdapat fasilitas olah raga air seperti Banana Boat, Jetsky dan lain-lain. Fasilitas Musholla, Toilet dan Tempat Makan pun ada disini hanya saja tidak sebersih di Pulau Onrust, semoga kedepannya Pemerintah beserta pengelola Pulau ini bisa lebih mengelola, menjaga kebersihan dan menjaga kelestarian pulau ini.

Rakarizi mengakhiri trip 3 pulau dengan menerbangkan lampion. Sayang lampion Rakarizi tidak kunjung menyala dan akhirnya rusak sehingga cukup menikmati lampion yang diterbangkan oleh orang lain saja hahaha. Eits hampir lupa ada spot foto yang bagus di Pulau Cipir yaitu Jembatan yang ada diujung pulau berfotolah ditempat ini ketika matahari akan terbenam. Lagi-lagi sayang Rakarizi tidak sempat foto disana karena ketika Rakarizi sampai di jembatan tersebut mataharinya telah tertutup awan hehehe nasib-nasib.