Arsip Bulanan: Oktober 2019

Kolam Renang Hotel Boss Singapura

Hotel Boss Hotel Strategis dikawasan Lavender

Hotel Boss Hotel Strategis dikawasan Lavender

Sebelum berangkat menuju Singapura tentu Rakarizi telah mempersiapkan hotel untuk tempat beristirahat kami disana. Kriteria hotel yang Rakarizi inginkan simple aja sih yaitu Bagus dan strategis. Dan Hotel Boss memenuhi kriteria tersebut karena Hotel Boss hotel strategis dikawasan Lavender.

Hotel Boss Hotel Strategis dikawasan Lavender

Pada saat kami akan sampai di Hotel Boss dari Stasiun MRT Lavender

Cara Menuju Hotel Boss

Setelah menikmati Jewel Waterfall di Bandara Changi kami menuju stasiun MRT Bandara. Dari MRT Bandara kita menuju ke stasiun MRT Tanah Merah kemudian turun stasiun tersebut untuk berganti MRT ke East West line. Dari Stasiun MRT Tanah Merah lanjut Naik MRT East West Line tujuan Joo Kun turun di Stasiun MRT Lavender. Dari Stasiun MRT Lavender cari exit ke arah Victoria Street kemudian Anda tinggal berjalan kearah kanan tidak sampai 200 meter Anda akan sampai di Hotel Boss. Deket banget kan Boss dari stasiun MRT Lavender.

Hotel Boss dalam Youtube Channel Rakarizi :

Hotel Boss Strategis ?

Ya jelaslah Hotel Boss strategis, gak mungkin Rakarizi pilih yang gak strategis hehehe. Hotel Boss hotel strategis dikawasan Lavender karena dekat dengan Stasiun MRT Lavender dan Masjid Malabar yang hanya tinggal menyebrang Jl. Sultan saja. Pada bagian depan Hotel Boss terdapat tempat makan, mini market dan Money Changer jadi gampang kalau mau tuker uang.

Cuma itu aja kestrategisannya ? ya enggaklah karena masih ada lagi kestrategisannya. Jika Anda ingin wisata religi Hotel Boss hanya berjarak kurang lebih 300 meteran dari Masjid Sultan yang sangat terkenal itu. Mau wisata kuliner tinggal berjalan sedikit dari Masjid Sultan Anda akan menemukan Hjh Maemunah Restaurant.

Mau wisata kota Hotel Boss juga dekat dengan Jl. Haji Lane yang terkenal akan muralnya. Kalo sudah selesai berwisata tinggal beli oleh-oleh deh di Bugis Street atau Mustafa Center karena kedua tempat pembelian oleh-oleh tersebut dekat dengan Hotel Boss. Udah percaya kan?  kalau Hotel Boss Hotel Strategis dikawasan Lavender.

Check In dan Check Out Hotel Boss

Ketika Rakarizi masuk ke Lobby Hotel Boss, terkesan Lobbynya besar dan cukup mewah dengan lampu gantung yang besar dan sofa yang nyaman. Ketika mama melakukan regisatrasi kamar Rakarizi ikut jadi ketahuan deh kita sekamar bertiga hehehe, jadi dinasihatin seharusnya kami pesan kamar yang family room bukan yang biasa.

Lobby Hotel Boss yang cukup mewah

Sedangkan untuk proses check outnya sangat mudah begitu kami menyerahkan kunci langsung diperbolehkan untuk melakukan check out.

Fasilitas dan Suasana Kamar

Rakarizi mendapatkan Kamar dilantai 11, tepatnya kamar 11-36. Kamarnya tidak terlalu luas dengan tempat tidur king size, TV, Lemari Es, Brankas, Hair dryer yang terdapat didalam laci. Pada meja sudah terdapat 2 botol air mineral dan beberapa sachet kopi serta teh ini merupakan fasilitas hotel yang biasa ada pada setiap hotel.

Untuk kamar mandi meskipun kecil tapi fasilitasnya sangat lengkap. Terdapat toilet dengan amenities yang lengkap. Terdapat juga 2 handuk dan 1 keset yang bersih. Untuk kamar mandi fasilitas shower air dingin atau hangat berfungsi dengan baik.

Selama berada di kamar Hotel Boss Rakarizi merasakan kenyamanan karena semua fasilitasnya berfungsi dengan baik dengan kondisi yang nyaman terutama bednya. Untuk view dari jendela kamarnya kurang bagus hehehe. Cuma yang Rakarizi heran kenapa ya kalo hotel diluar negeri tidak memberikan fasilitas sandal? Karena rakarizi telah menginap tiga kali di hotel luar negeri dan tidak pernah dapat fasilitas sandal.

Breakfast dan Kolam Renang

Hotel Boss juga menyediakan fasilitas sarapan dan Kolam Renang. Sarapan yang halal terdapat pada lantai 4 hotel Boss yaitu Restaurant Jubilcious. Demikian pula halnya dengan kolam renang terdapat pada lantai 4 hotel ini. Kolam renangnya bersih dengan kedalam 1.2 meter. View dari kolam renang juga bagus. Ketentuan kolam renang jam buka 7.00 s/d 21.00 tanpa ada penjaga kolam renang.

Halal Restaurant

Halal Restaurant yang terdapat di Hotel Boss Singapura

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Fasilitas kolam renang Hotel Boss yang bersih dan memiliki view yang indah

Sayang Rakarizi tidak bisa menikmati kedua fasilitas tersebut karena waktu yang sangat terbatas. Jam 7 pagi Rakarizi sudah harus berjalan ke Marina Barrage balik lagi ke hotel hanya untuk persiapan check out. Jadinya Rakarizi hanya menikmati sesaat Hotel Boss hotel strategis dikawasan Lavender.

 

Menjelajah Merlion Park hingga Garden by The Bay

Menjelajah Merlion Park hingga Garden by The Bay

Target kita dihari pertama berada di Singapura adalah Menjelajah Merlion Park hingga Garden by The Bay. Shalat ashar telah kita tunaikan di hotel Boss tiba saatnya untuk Rakarizi menuju target pertama yaitu Merlion Park.

Menjelajah Merlion Park hingga Garden by The Bay

Kami di Merlion Park ketika masih segar dan ceria

Perjalanan menuju Merlion Park

Sebetulnya untuk menuju Merlion Park dari Hotel Boss kita tinggal ke stasiun MRT Lavender yang sangat dekat sekali dengan hotel. Namun karena kita semua belum makan siang maka kita mau mampir makan siang dulu di Hjh Maemunah Restaurant and Catering.

Perut sudah terisi kita langsung menuju stasiun MRT Bugis yang tidak jauh dari restaurant. Dari stasiun MRT Bugis kita gunakan jalur East West Line (EW) tujuan Joo Kun turun di stasiun MRT Raffles Place. Sampai di Raffles Place ambil jalan keluar Exit G Anda akan keluar di Bohnam Street. Setelah sampai di Bohnam street telurusi saja tepi Singapore River yang indah sampai melewati Hotel Fullerton, kemudian naik ke jalan Esplanade Road, menyebranginya dan turun kembali maka Anda akan sampai di Merlion Park.

Merlion Park

Perjalanan menuju Merlion Park yang menyenangkan

Menikmati Merlion Park disore hari

Merlion Park adalah taman seluas kurang lebih 2500 m2 ditepi Singapore river dimana terdapat patung Merlion icon Singapura. Patung Merlion merupakan patung berbentuk separuh singa dan separuh ikan setinggi 8.6 m dengan berat 70 kg. Merlion Park merupakan landmark dari Negara Singapura seperti halnya menara Eifel di Paris Perancis, Patung Liberty di New York dan Tugu Kujang di Bogor. Maka orang yang baru pertama ke Singapura wajib berkunjung kesini supaya merasakan Atmosfer Negara Singapura.

Rakarizi berkunjung ke Merlion Park pada sore hari, menikmati jalan disepanjang Singapore river dan Fullerton hotel ditemani hembusan angin sore yang sejuk. Setiap berjalan beberapa meter menuju Merlion Park kami berfoto, karena sepanjang perjalanan ditepian Singapore river sangat indah untuk diabadikan. Seperti biasa Merlion Park tidak pernah sepi pengunjung, sehingga kami harus saling menunggu untuk mendapatkan sudut foto terbaik. Lokasi pertama dalam menjelajah Merlion Park hingga Garden by The Bay sudah kita tuntaskan.

Berjalan Menuju Helix Bridge

Dari Merlion Park menuju Garden by the bay cukup jauh yang pertama kita harus menyebrangi tepian jembatan Esplanade Bridge dulu. Karena perjalanan masih jauh jadi kami menikmati Merlion Parknya hanya sebentar langsung menyebrangi Esplanade Bridge. Sampai disebrang kami kehausan (maklumlah sudah berjalan kurang lebih 5 km hehehe) lalu kami membeli minuman ditepi Singapore river yang sudah Rakarizi tanyakan bahwa minumannya halal.

Esplanade Ice

Ini dia minuman yang telah ditanyakan kehalalannya

Menikmati minuman ditepi sungai ternyata sangat menenangkan hati cesss begitu. Penasaran dengan konser musik yang terlihat dari kejauhan, kamipun mendekat sambil menenteng sisa minuman kami. Sesampainya ditempat konser kami langsung disambut lagu Doraemon yang merupakan film kartu kesukaan kami sekeluarga. Luar biasa minum ditepi kali ditemani konser musik Doraemon kamipun otomatis manggut-manggut mengikuti irama musik… hiburan tak disengaja namun sangat menyenangkan.

Lagu Doraemon habis kami melanjutkan perjalanan dengan berlari-lari kecil karena sore itu Singapura diguyur hujan. Tak lama berselang kamipun tiba di Helix Bridge.

Helix Bridge

Dalam menjelajah Merlion Park hingga Garden by The Bay kita harus melewati Helix Bridge. Helix Bridge jembatan dengan desain mirip DNA manusia dan terbuat dari bahan 650 ton stainless steel dan 1.000 ton carbon steel sehingga tahan karat meskipun terpapar sinar matahari dan terguyur hujan. Bagian atas jembatan menggunakan kanopi yang terbuat dari fritted glass.

Jembatan ini menjadi lebih indah ketika malam hari karena lampu-lampu akan menyala menghiasi jembatan. Beruntung Rakarizi datang ke tempat ini magrib hari eh maksudnya sore menjelang malam jadi benar-benar melihat sendiri keindahan jembatan ini.

Pada saat Rakarizi berada di Helix Bridge banyak pasangan tengah melakukan foto pre wedding. Hal ini membuktikan betapa indahnya jembatan ini. Rakarizi paling suka berada di bagian-bagian jembatan yang menjorok keluar disinilah Rakarizi dan keluarga berfoto dengan latar belakang gedung-gedung indah terutama gedung telur pecah hehehe.

Helix Bridge diSore hari

Perjalanan menuju Garden by the bay

Puas menikmati Helix Bridge Rakarizi melanjutkan perjalanan menuju Garden by the Bay. Seharusnya menuju Garden by the Bay dari Helix Bridge tinggal belok kiri lurus terus. Tetapi kami malah masuk Marina Bay Sands kemudian naik keatas dan berputar mengikuti petunjuk jauh sekali.

Marina Bay Sands

Bagian lain dari Marina Bay Sands

Keluar dari Marina Bay Sands menyeberang menggunakan JPO yang sebenarnya indah tapi tidak kami nikmati karena mengejar shalat magrib. Setelah sampai di Garden by the Bay ternyata tempat shalat disana hanya satu dan itupun jauh dekat dengan Texas Chicken, jadi kalo kita paksakan kesana waktu shalat magrib pastinya udah habis akhirnya kita putuskan untuk menjama shalat.

Tips dari kita sih kalau ke Garden by The Bay jangan pada saat waktu shalat. yang kedua bawa sajadah dan mukena agar kita dapat shalat dimana saja dan mengambil wudhu di toilet.

Merasakan Lelah di Garden by The Bay

Garden by The Bay adalah taman seluas 101 hektar ditepian pantai. Garden by The Bay terdiri dari tiga wahana utama yaitu Flower Dome, Cloud Forest dan Supertree Grove.

Tonton Channel Rakarizi saat di Helix Bridge dan Garden by The Bay

Flower Dome

Flower Dome adalah taman bunga didalam rumah kaca yang sejuk. Rumah kaca seluas 1.2 hektar yang didalamnya terhampar taman bunga yang terdiri dari 30.000 bunga dari seluruh dunia.

Cloud Forest

Cloud Forest adalah replika gunung setinggi 42 meter yang diselimuti tumbuhan tropis yang rimbun serta dilengkapi dengan air terjun buatan setinggi 35 meter. Singapura sangat luar biasa dalam menciptakan objek wisata seperti Cloud Forest ini dilengkapi dengan udara dingin dan kabut buatan sehingga sangat nyaman berada didalamnya.

Supertree Grove

Supertree Grove adalah salah satu area di Garden by The Bay dimana terdapat pohon-pohon raksasa berukuran 25-50 meter. Di area ini juga terdapat jembatan diatas ketinggian yang menghubungkan pohon-pohon raksasa tersebut yang dinamakan OCBC Skyway.

Sejak kami merencanakan akan ke Singapura lagi, kami langsung menetapkan target utamanya adalah Garden by The Bay. Dan yang akan dilakukan adalah naik OCBC Skyway dan berfoto-foto diatas sana. Tapi manusia hanya bisa berencana yang menentukan kenyataan hanya Allah SWT, karena perjalanan kami di Garden by The Bay tidak sesuai rencana.

Kami sampai di Garden by The Bay dalam kondisi kelelahan dan kaki yang terasa kesakitan. Jadi ketika sampai di Garden by The Bay kami langsung masuk Flower Dome, dan yang berkeliling di Flower Dome hanya Rakarizi dan kakak yang lain menunggu dipintu keluar Flower Dome.

Masuk di area kedua Cloud Forest kami cukup menikmati. Kami foto di air terjun The Fall yang tinggi dan dingin sekali, segar rasanya. Kami juga menaiki Cloud Walk setinggi 35 meter untuk melihat air terjun dan suasana indah Cloud Forest dari atas. Berada di Cloud Walk agak seram ketinggian juga hehehe. Untuk bisa berada diatas Cloud Walk Anda bisa menggunakan yang telah disediakan diujung Cloud Forest.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Menikmati Garden by The Bay dengan tenaga sisa

Menaiki OCBC Skyway ah hanya sebuah rencana. Kondisi kami benar-benar kelelahan, pintu masuk area Supertree Grove jauh, haripun sudah malam jadi kami membatalkan untuk naik OCBC Skyway. Kamipun memutuskan untuk menyudahi acara hari ini hanya menjelajah Merlion Park hingga Garden by The Bay saja. Kami yang kelelahan ini akhirnya makan malam di Mc D yang ada di Garden by The Bay.

 

Melewati Bandara Soekarno Hatta dan menikmati  Bandara Changi

Melewati Bandara Soekarno Hatta dan menikmati  Bandara Changi

Dalam perjalanan menuju Singapura tentunya kita harus melalui dua bandara tersibuk di dunia yaitu Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Changi. Ikuti perjalanan Rakarizi dalam melewati Bandara Soekarno Hatta dan menikmati Bandara Changi.

Melewati Bandara Soekarno Hatta dan Menikmati Bandara Changi

Rakarizi menikmati Jewel Waterfall dari Lantai 5

Bandara Soekarno Hatta merupakan Bandara kebanggaan Bangsa Indonesia, Bandara terbesar di Indonesia. Perjalanan Rakarizi menuju Singapura diawali melalui Terminal 1F Bandara Soekarno Hatta. Berhubung Rakarizi datang kepagian maka kami langsung mecari Musholla dulu di terminal 1F untuk melaksanakan Shalat Duha dan berdoa supaya perjalanan kami diberi kelancaran dan keselamatan. Musholla di terminal 1F cukup luas dan nyaman, Musholla Pria bersatu dengan tempat wudhu sedang Musholla Wanita aga terpisah menyebrang dari tempat wudhu.

Check In dan Masuk Imigrasi

Setelah shalat duha kami langsung menuju loket check in Jet Star. Check in bisa dilakukan melakukan web check in sehingga check in di bandara menjadi lebih cepat.

Masuk imigrasi yang pertama siapkan boarding pass dan paspor Anda. Untuk masuk imigrasi yang kedua sebaiknya minuman yang anda dikosongkan terlebih dahulu, sebab jika tidak pasti anda disuruh menghabiskannya sebelum masuk ke gate, seperti yang kami alami hehehe.

Bandara Soekarno Hatta

Menunggu Bapak yang sedang membuang air yang kami bawa

Suasana Pesawat Jet Star

Sepertinya pesawat Jet Star terbang tepat waktu sebab semua penumpang sudah dipersilahkan masuk padahal waktu baru menunjukkan pukul 9.30. Suasana pesawat nyaman seatnya nyaman jarak antar tempat duduk cukup luas sehingga nyaman untuk penumpang. Pramugari dan pramugara cukup ramah dan tegas.

Tepat pukul 9.50 pesawat Jet Star mulai take off ini yang Rakarizi suka on time. Pesawatpun take off dengan mulus dalam perjalanan Anda akan diberi kartu imigrasi. Isi yang lengkap ya dengan data pribadi Anda sesuai dengan paspor, kemudian Anda akan tinggal dimana ketika di Singapura, Kota sebelum dan sesudah dari Singapura dan lain-lain. Tak lama berselang pesawat dapat landing dengan baik alhamdulillah.

Suasana di dalam Pesawat Jet Star

Tiba di Changi International Airport

Tiba di Changi siapkan Kartu Imigrasi yang telah diisi lengkap dan Paspor Anda. Jika telah disiapkan pada loket imigrasi Anda tinggal menyerahkannya dan scan jempol Anda selesai deh Anda bisa melewati Imigrasi.

Menikmati Jewel Waterfall

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Menikmati Bandara Changi yang cantik

Keluar dari imigrasi Rakarizi langsung mencari petunjuk arah menuju Jewel Waterfall. Karena kami berada di terminal 1 jadi menjangkau Jewel Waterfall adalah hal yang mudah alhamdulillah.

Jewel Waterfall adalah air terjun indoor tertinggi di dunia, tingginya sekitar 40 meter. Air terjun turun dari canopy kaca yang futuristic terjun lurus ke lubang yang ada didasar bandara. Jewel Waterfall dikelilingi hutan tropis buatan dan pusat perbelanjaan.  Anda dapat menikamati keindahan Jewel Waterfall dari lantai dasar sampai lantai 5, dari lantai berapapun Jewel Waterfall sangat indah. Ada fasilitas lift dan escalator untuk turun naik gedung.

Ada kejadian lucu ketika Rakarizi berada dikawasan Jewel Waterfall. Ketika kami menginginkan untuk naik ke lantai 5 menyaksikan keindahan Jewel Waterfall dari atas ternyata kami tidak kompak. Pada saat lift berhenti di lantai 2 Rakarizi mama dan bu Pur keluar lift sedangkan bapak dan kaka Aulia lanjut keatas. Terjadilah saling cari mencari satu sama lain sehingga menhabiskan banyak waktu ckckck ini mungkin cerita Lost in Singapore hehehe. Akhirnya kami berjanjian untuk bertemu dilantai 5 dan akhirnya setelah beberapa lama kami saling bertemu. Sejenak beristirahat dan menikmati keindahan Jewel Waterfall dari lantai 5 sungguh indahnya.

Ruang Tunggu Jet Star yang cantik

Rakarizi ketika takjub dengan Jewel bisa dilihat dan subscribe videonya disini

Membeli kartu multitrip Singapore

Dari Jewel Waterfall kami bergegas mencari Skytrain menuju terminal 3 Bandara Changi. Setelah sampai di Terminal 3 kami menuju stasiun MRT menuju kota Singapura dan akan membeli STP. Dan ternyata STP tidak tersedia disana harus ke Terminal 2 haduhhh repotnya. Akhirnya kami ditawari kartu multitrip seharga $ 12 dengan rincian harga kartu $ 5 dan $ 7 untuk isi kartunya. Pengalaman Rakarizi $ 7 tidak cukup untuk perjalanan selama 2 hari disana segera tambah lagi saja dengan penambahan paling rendah $ 10. Tenang saja semua uang Anda akan kembali jika sepulang dari Singapore nanti Anda mengembalikan kartunya.

Setelah berhasil melewati Bandara Soekarno Hatta dan menikmati Bandara Changi tiba saatnya untuk menjelajah Negeri Singa Singapura.

Mengunjungi Masjid di Singapura

Mengunjungi Masjid di Singapura

Pada kunjungan kedua Rakarizi di negeri singa ini, Rakarizi mempunyai target ingin melaksanakan shalat di beberapa Masjid di Singapura. Sebelum berangkat Rakarizi telah membuat itenerary yang mengarahkan target wisata keluarga kita kali ini adalah mengunjungi Masjid di Singapura.

Mengunjungi Masjid di Singapura

Masjid Sultan Masjid paling bersejarah di Singapura

Langkah kongkrit pun dilakukan mama dengan memesan kamar di Hotel Boss yang sangat dekat dengan Masjid Malabar. Didalam google maps terlihat letak Hotel Boss dan Masjid Malabar hanya dipisahkan oleh Jl. Sultan saja.

Ketika kami sampai di Singapura kami tidak langsung melakukan kunjungan ke Masjid Malabar melainkan hanya melewatinya saja, karena target pertama kami dalam mengunjungi Masjid di Singapura adalah Masjid Sultan. Dari Hotel Boss menuju Masjid Sultan hanya menyusuri Jl. Victoria sepanjang kurang lebih 200 m kemudian belok kiri di Jl. Pisang maka Masjid Sultan pun terlihat sudah.

Masjid Sultan

Masjid Sultan merupakan Masjid yang pertama didirikan di negara Singapura tepatnya tahun 1824 M dibangun dan selesai dibangun pada tahun 1826 M. Sir Stamford Raffles memberikan $3000 untuk pembangunan konstruksi Masjid 1 lantai dengan atap berundak. Masjid ini kemudian diberikan kepada Sultan pertama Singapura Sultan Hussein Shah. Desain Masjid Sultan yang kita lihat saat ini merupakan hasil rancangan Denis Santry dari Swan and Maclaren Firma arsitektur tertua di Singapura.

Masjid Sultan

Hanya berfoto dari North Bridge Road

Entah kenapa pada saat kami kesana hanya cukup puas berfoto di North Bridge Road dengan latar belakang kubah Masjid Sultan yang indah. Kami tidak masuk kedalam Masjid Sultan karena kami telah melaksanakan shalat ashar. Memang penyesalan datang belakangan ternyata area dalam Masjid Sultan begitu indah… haduuuh nyesel banget deh.

Setelah berfoto di North Bridge Road dengan latar belakang Masjid Sultan kami makan di Hajah Maemunah Restaurant yang berada di Jl. pisang tak jauh dari Masjid Sultan.

Masjid Malabar

Target saya untuk bisa merasakan shalat subuh berjamaah pertama kalinya di negeri orang tercapai di Masjid Malabar. Bergegas dari lantai 11 Hotel Boss pada pukul 5.24 waktu Singapura. Kemudian menunggu lampu hijau menyala di Jl. Sultan kemudian menyebrang ke Masjid Malabar.

Masjid Malabar

Saat akan menyebrangi Jl. Sultan menuju Masjid Malabar

Berwudu dilantai bawah kemudian naik ke area utama Masjid Malabar langsung duduk khawatir shalat subuh akan segera dimulai. Ternyata shalat subuh dimulai 20 menit kemudian setelah jamaah berkumpul… ah tau gitu tadi saya shalat sunat sebelum subuh dulu tadi hehehe, lagi-lagi menyesal. Ada yang sedikit berbeda ternyata di Masjid Malabar doa qunut dibaca keras seluruhnya sedangkan di Indonesia doa qunut dibaca keras pada lima kalimat pertama saja.

Masjid China Town

Masjid yang terdapat di daerah China Town Singapura bernama Masjid Jamae (Chulia). Masjid Jamae Chulia didirikan kaum Chulia tahun 1826. Kaum Chulia adalah Muslim Tamil dari Coramandel Coast India Selatan. Masjid Jamae Chulia memiliki gerbang yang unik yaitu 2 buah menara khas masjid ditengah nuansa Tionghoa di China Town.

Sejarah Masjid Jamae Chulia

Kami mampir ke Masjid ini setelah berbelanja oleh-oleh di China Town kemudian makan siang di Teh Tarik Time China Twon Food Street. Dihari yang terik itu kami berjalan di trotoar Jl. Mosque tanpa penghalang dari atas sedikit jadi panas banget temen-temen. Sesampainya di Masjid Jamae Chulia kami disambut oleh seorang bapak yang bisa berbahasa melayu dengan salam yang ramah. Kami shalat secara bergantian yang perempuan shalat terlebih dahulu.

Masjid Jamae Chulia yang tetap nyaman meski panas terik

Bapak India tadi menghampiri kami lagi dengan menyapa mengunakan bahasa Inggris menanyakan apakah kami kehausan ? Kemudian kami jawab ya. Kemudian Bapak India membawakan 5 botol air mineral untuk kami berlima katanya karena beliau melihat kami datang berlima tadi. Alhamdulillah baik sekali bapak ini semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dengan yang lebih baik lagi aamiin.

Sebetulnya target kunjungan masjid di Singapura ada empat masjid tapi Masjid Moulana Mohd Ali dikawasan Raffles Place tidak jadi kami kunjungi. Kenapa kami tidak kunjungi karena pada saat sampai dikawasan di Raffles Place kami sudah menunaikan shalat.

Ok temen-temen Rakarizi kali ini mengunjungi Masjid di Singapura nya tiga dulu aja ya. Next time inshaaAllah bakal lebih banyak lagi Masjid yang akan Rakarizi kunjungi didalam atau diluar negeri.