Arsip Harian: April 5, 2019

Liburan Murah Meriah di Jakarta

Liburan Murah Meriah di Jakarta

Awalnya tidak ada rencana apa-apa hari minggu ini. Waktu menuju siang terasa lama bagi Rakarizi akibat merasa bosan dirumah saja tak kemana-mana hehehe. Rakarizi merengek ingin jalan-jalan keluar merasakan suasana yang berbeda menghilangkan rasa bosan yang mendera yaaa elah lebay amat kata-katanya yak. Berhubung tanggal menunjukkan tanggal tua jadi bapak memutuskan untuk Liburan murah meriah di Jakarta Rakarizi pun mengamininya yang penting keluar rumah.

Liburan Murah Meriah di Jakarta

Rakarizi berpose di Monumen Pembebasan Irian Barat

Perjalanan Menuju Lapangan Banteng

Berangkat dari Bojong menuju Stasiun Cilebut agar bisa memarkirkan kendaraan kami dengan mudah karena kalau Stasiun Bojong agak susah parkir. Naik Comuter Line tujuan Stasiun Juanda karena tujuan liburan murah meriah di Jakarta kami yang pertama adalah Lapangan Banteng. Menurut mbah Google Stasiun terdekat dari Lapangan Banteng adalah Stasiun Juanda dan memang benar adanya.

Sampai di Stasiun Juanda kami langsung mencari Bajaj untuk menuju Lapangan Banteng. Setelah tawar menawar harga dicapailah angka kesepakatan ongkos menuju Lapangan Banteng adalah Rp. 15.000. Waktu tempuh dari Stasiun Juanda ke Lapangan Banteng tidak terlalu lalu lama hanya sekitar 5 menit saja.

Lihat juga wisata kuliner Jakarta

Ada apa di Lapangan Banteng ?

Sampai di Lapangan Banteng kami turun dari bajaj karena sudah siang cuaca sangat terik sekali. Lapangan Banteng merupakan lapangan seluas 5,2 Ha yang dibagi dalam beberapa area.

Area Monumen Pembebasan Irian Barat

Area ini merupakan area yang paling tampak dari kejauhan karena patung ini merupakan bangunan paling tinggi di Lapangan Banteng dan merupakan bagian utama dari Lapangan Banteng. Monumen ini merupakan pengingat perjuangan dalam pembebasan Irian Barat yang sekarang lebih dikenal dengan provinsi Papua.

Area Amphiteatre

Area ini yang paling kami suka karena sangat cantik untuk difoto. Amphiteatre ini berbentuk setengah lingkaran mengelilingi kolam air mancur dengan sebelas tangga.

Area Air Mancur

Air Mancur di Lapangan Banteng akan dioperasikan setiap sabtu malam pukul 18.30. Pertunjukan air mancur yang menari-nari dengan lampu warna-warni dengan diiringi lagu nasional maupun daerah ini akan berlangsung selama 15 menit. Sungguh suasana yang dapat menghibur warga masyarakat yang selama seminggu penuh disibukkan oleh pekerjaan dan pelajaran yang memberatkan otak.

Area Bermain Anak

Area ini merupakan tempat untuk bermain anak-anak ada perosotan jungkat-jungkit dan lain-lain.

Area Lapangan Olah Raga

Ketika Rakarizi kesini banyak orang-orang yang sedang berolah raga baik tua maupun muda.

ketika Rakarizi berkunjung ke Lapangan Banteng terdapat pameran tanaman dan hewan. Kebanyakan yang dipamerkan adalah tanaman anggrek dan hewan reptil. Rakarizi cuma liat-liat saja tidak beli yang Rakarizi beli beli es goyang makanan mama dan bapak jaman dulu hehehe. Tak terasa waktu telah sore sudah masuk waktunya shalat ashar lalu kami lihat dari kejauhan ada kubah masjid lalu kami mendekat ke kubah tersebut yang ternyata kubah Masjid Istiqlal hehehe.

Yang tak jauh dari Jakarta Wisata Bogor

Makan Pecel di Masjid Istiqlal

Ternyata dari Lapangan Banteng ke Masjid Istiqlal jaraknya tidak jauh berarti dari Stasiun Juanda ke Lapangan Banteng deket juga kalo gitu ngapain tadi naik bajaj ya? hehehe. Sampai di Masjid di Istiqlal kami langsung shalat ashar setelah shalat berfoto-foto sebentar di area masjid.

Setelah shalat, perut Rakarizi lapar cari-cari di google tidak ada tempat makan yang deket plus murah. Akhirnya kami putusin untuk menuju stasiun siapa tahu di stasiun ada tempat makan sesuai target. Baru keluar area masjid mata terbelalak melihat ada tukang pecel pinggir kali yang ada di Area Istiqlal. Lalu kami bertiga menikmati pecel Istiqlal ditemani angin sore yang berhembus sambil mengenang masa kuliah bapak yang katanya sering makan pecel di Istiqlal.

Pecel Istiqlal

Pecel Istiqlah yang kami nikmati disore hari

Menikmati Bis Tingkat Gratis

Keluar dari area Istiqlal Rakarizi melihat ada banyak orang yang sedang berkumpul menunggu bis tingkat gratis ke berbagai tujuan. Lalu Rakarizi ingin ikut menikmati juga bisa tingkat gratis dan memilih tujuan Bundaran Hotel Indonesia yang akan balik lagi ke Stasiun Juanda.

Begitu Bis Tingkat datang dan kondisinya kosong Rakarizi langsung masuk ke lantai 2 bis, sayang dilantai 2 bis tidak ada sopirnya hehehe . Bisnya nyaman, kondisinya baik, gratis pula wehhh pokoknya mantaplah. Bis yang Rakarizi naiki adalah History of Jakarta (BW 1) dengan rute Juanda-Monas-Balai kota-Museum Nasional-Gedung Arsip-Museum Bank Indonesia-BNI 46-Pasar Baru dan kembali lagi ke Juanda.

Hal yang Rakarizi kagumi ketika menaiki bis tingkat adalah kondisi Jakarta yang sudah berbeda. Trotoarnya lebar-lebar rapih indah nyaman untuk dinikmati oleh pejalan kaki. Melihat kemegahan hotel bersejarah yaitu Hotel Indonesia Kempinski dan ada juga karya seni bambu yang cukup besar tak jauh dari bundaran HI. Karya seni bambu itu masih baru jadi masih asing bagi Rakarizi, karya seni itu bernama Getah Getih yang dibuat oleh seniman Joko Avianto.

Menikmati Jakarta disore hari

Lelah sudah menikmati kota Jakarta hari itu, bangga memiliki Ibu Kota Negara seperti ini. Next time Rakarizi akan melakukan liburan murah meriah di Jakarta lagi menikmati tempat indah di Jakarta yang gratis-gratis. Target sih JPO-JPO Jakarta yang indah dan Masjid Ramlie Mustofa plus staycation di hotel kalo punya uang hehehe.