Arsip Bulanan: Januari 2019

Bangga Menjadi Narablog pada era Digital

Bangga Menjadi Narablog pada era Digital

Sering membaca artikel-artikel yang ada dalam sebuah blog ketika saya membutuhkan sesuatu sangat membantu saya. Melihat satu blog kemudian berpindah ke blog lainnya membuat pengetahuan saya semakin banyak. Lalu saya berpikir kalau saya ada diposisi narablog tersebut pasti akan merasakan bangga menjadi narablog pada era digital ini. Dan ternyata benar ketika saya sudah menjadi narablog sayapun merasakan kebanggaan itu.

Bangga menjadi narablog pada era digital

Mengisi waktu luang dengan membuat postingan blog agar menjadi narablog sejati

Menjadi Narablog untuk pertama kalinya

Sebelum cerita saya lanjutkan ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan Narablog. Narablog diambil dari kata nara yang berarti orang. Sedangkan Blog adalah perpaduan kata antara web dan log yang merupakan aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan. Secara singkat biar gak rumit Narablog adalah orang yang mengelola blog, mengisinya dengan tulisan-tulisan baik secara berkala maupun tidak. Semua istilah diatas saya kutip dari wikipedia ya bukan hasil pemikiran sendiri.

Saya tertarik menjadi narablog (blogger) karena saya merasa terbantu dengan tulisan-tulisan orang lain yang ada di blog jadi apa salahnya saya juga ikut membantu orang lain seperti mereka. Kebetulan saya juga hobi menulis kemudian membuat buku juga gagal jadi mulailah saya menulis di blog.

Menjadi narablog untuk pertama kalinya sebetulnya sudah lama yaitu tahun 2013. Tanpa ilmu apapun saya membuat blog www.randikurnia30.blogspot.com yang membahas mengenai teknologi informasi, otomotif dan gaya hidup. Mengenai teknologi informasi saya menulis pengalaman-pengalam kerja saya dibidang tersebut. Untuk otomotif saya menulis pengalaman memperbaiki mobil tua saya yang sering mogok. Sedangkan gaya hidup saya menceritakan perjalanan wisata keluarga kami. Saya makin senang ketika blog saya banyak yang berkunjung bahkan berkomentar positif. Dengan kata lain blog saya ada manfaatnya inilah salah satu alasan saya bangga menjadi narablog pada era digital.

Randi Kurnia

Blog pertama saya randikurnia30.blogspot.com

Beralih ke Blog TLD (Top Level Domain)

Ingin mengembangkan kemampuan di dunia blog sayapun mengikuti pelatihan internet singkat pada februari 2017. Dari pelatihan tersebut saya belajar membuat blog TLD katanya blog TLD lebih bagus dari blog saya sebelumnya. Dan dipelatihan tersebut juga saya disarankan untuk membuat blog yang satu tema saja bukan blog gado-gado. Berbekal saran tersebut jadilah blog saya hanya memiliki satu tema saja yaitu travelling karena keluarga saya hobi traveling dan sepertinya banyak yang tertarik membaca blog traveling. Salah satu pengalaman traveling keluarga saya bisa dibaca disini.

Setengah tahun berlalu blog saya boleh dikatakan tidak laku karena hampir tidak ada pengunjungnya, jauh berbeda dengan blogspot yang saya miliki sebelumnya. Padahal blogspot yang saya buat tanpa bermodal ilmu sedikitpun malah laku hehehe. Tak berputus asa sayapun menggunakan istagram saya untuk mengikuti akun istagram travel blogger favorit saya seperti @arievrahman, @tesyablog dan lain-lain. Dengan harapan siapa tahu ada ilmu yang dapat kita serap dari istagram mereka.

Meskipun kunjungan blog sedikit tetap melangkah dan terus belajar

Berkenalan dengan para narablog melalui Istagram

Ternyata nasib saya tetap tragis karena akun istagram saya tidak diikuti balik oleh travel narablog favorit saya tersebut. Tapi semua kejadian tentu ada hikmahnya karena saya hobi mengikuti istagram para narablog, banyak narablog baik hati yang mengikuti balik akun saya. Dari istagram para narablog inilah saya mendapatkan banyak informasi yang berkaitan dengan blog dari mulai lomba istagram, kursus blog, lomba blog dan lain sebagainya.

Dari istagram inilah kehadiran saya sebagai narablog mulai diakui padahal saya hanya narablog amatir yang pengunjung blognya hanya ratusan orang dalam 1 tahun. Ke rendahhatian para narablog di dunia istagram yang bisa saling sapa walau tak saling mengenal di dunia nyata membuat saya makin bangga menjadi narablog pada era digital.

Mulai Mengikuti Lomba Blog

Saya kemudian mencoba peruntungan saya dengan mengikuti lomba blog yang diadakan oleh cheria-travel tentang perjalan halal ke Eropa. Dan alhamdulillah saya dan mbak @nabilladp (www.bundabiya.com) diumumkan sebagai pemenangnya. Hanya saja saya dan mbak Nabilla beda hadiahnya kalau saya dapat kaos sedangkan mbak Nabillla dapat hadiah jalan-jalan ke Turki hehehe. Inilah satu-satunya prestasi yang saya dapatkan dari dunia blog berbeda dengan mas Nodi Harahap yang telah memiliki 22 prestasi dari dunia blog.

Saya juga mengikuti lomba yang diadakan mbak @travelerien, mengulas laptop idaman sobat travelers. Alhamdulillah meskipun tidak menghasilkan prestasi tapi menghasilkan kunjungan yang cukup signifikan ke blog saya. Beginilah nikmatnya jadi narablog meskipun kita bersaing dalam lomba, tetapi tetap saling support satu sama lain. Tambah bangga menjadi narablog pada era digital dengan sifat-sifat positif para narablog.

Statistik Rakarizi

Statistik rakarizi.com

Pertemuan pertama dengan para narablog dalam acara Blogger Vaganza

Mendapat informasi dari feed istagram bahwa akan ada acara Blogger Vaganza dengan salah satu pembicaranya mas @arievrahman, wow pastinya saya harus ikut acara ini. Syarat diundang ke Blogger Vaganza adalah membuat postingan istagram yang menarik tentang acara tersebut. Alhamdulillah postingan saya lolos dan saya diundang ke acara Blogger Vaganza. Luar biasanya postingan istagram saya direspon oleh mas @arievrahman hehehe senangnya.

Acara Blogger Vaganza ya saya nanti-nantipun tiba. Di acara tersebut saya bertemu dengan para narablognarablognarablog yang selama ini hanya bertemu lewat istagram. Senangnya ketika mereka mengenal saya sebagai seorang narablog juga. Padahal apalah artinya saya, sebagai seorang narablog senior dalam usia tapi junior dalam pengalaman bloging.

Di acara Blogger Vaganza inipun saya bertemu dengan narablog favorit saya mas @arievrahman. Ternyata mas @arievrahman itu seorang narablog yang rendah hati, murah senyum dan memiliki segudang pengalaman travelling yang luar biasa.

Itulah pengalaman-pengalaman yang membanggakan saya selama menjadi narablog untuk saya lombakan di kompetisi blog Nodi. Kalau kalian mau ikutan juga silahkan kunjungi tautan dibawah ini :

http://www.nodiharahap.com/2018/12/kompetisi-blog-nodi.html

Kesimpulan cerita

Supaya kalian gak bingung dan ga nyari-nyari ditulisan ini apa saja alasan saya bangga menjadi narablog pada era digital berikut saya sebutkan satu persatu dibawah ini ya :

  1. Narablog membantu orang lain melalui tulisannya.
  2. Sifat-sifat para narablog yang rendah hati dan suka berteman membuat saya bangga menjadi bagian dari mereka.
  3. Para narablog sering diundang ke acara-acara penting, meskipun saya belum pernah diundang tetapi tetap saya bangga melihat para narablog lain diundang ke acara tersebut.
  4. Para narablog giat mencari ilmu dan pengalaman untuk dibagikan kembali kepada orang lain sehingga ilmu dan pengalamannya bermanfaat.
  5. Bangga juga jika bertemu dengan narablog lain yang luar biasa.

Kaos hadiah lomba blog Cheria-travel yang selalu saya gunakan ke berbagai acara dari mulai seminar para dosen di IPB, acara Blogger Vaganza sampai ketika berlibur ke Purwakarta

Resolusi blog Rakarizi.com yang serba 2 di Tahun 2019

NomorResolusi
1Memiliki Konten dan SEO yang baik
22 Kali Jalan-jalan ketempat yang jauh untuk mengisi konten blog
32 Kali menjuarai kompetisi blog

Sekedar informasi saking bangganya saya sebagai narablog, saya sering menggunakan kaos hadiah dari Cheria-travel ke acara-acara penting agar semua orang tahu kalau saya adalah seorang narablog. Demikian cerita tentang betapa bangganya saya menjadi menjadi narablog semoga bisa bermanfaat. Terima kasih juga bang Nodi Harahap karena berkat lomba yang Anda adakan saya jadi punya alasan menuliskan rasa bangga menjadi narablog pada era digital.

Wisata Kuliner Bogor

Wisata Kuliner Bogor

Salah satu orang data ke Bogor adalah untuk melakukan Wisata Kuliner Bogor. Di Bogor banyak terdapat rumah makan dengan berbagai keunikan tempat dan keaneka ragaman makanannya. Oke kita bahas satu-satu ya rumah makan yang pernah Rakarizi kunjungi.

De Saung

Rumah makan yang berada dikawasan Ciapus Kabupaten Bogor ini menawarkan suasana makan yang berbeda, karena rumah makan ini dikelilingi sawah dan ladang, disekitar saung-saung tempat kita makanpun banyak terdapat tanaman yang mungkin dimanfaatkan untuk keperluan rumah makan seperti tanaman Pokcoy, Jeruk Nipis, Jeruk Limo dan sebagainya.

 

 

Wisata Kuliner Bogor

Berfoto dipinggiran sawah yang mengelilingi rumah makan


Untuk menuju ke tempat makan ini diperlukan sedikit perjuangan karena melalui jalan yang berliku dan menanjak tetapi tidak mengapa karena akan terbayar oleh suasana makan yang nyaman. Kuliner Bogor yang satu ini wajib Anda coba karena keindahan tempat makan ini dapat juga menghilangkan kejenuhan Anda

Saking asyiknya foto-foto suasana sekitar sampe lupa foto makanan


 

Melihat kebun ubi yang sedang dipanen


Pada saat kami makan disana kami disambut oleh pelayanan yang ramah dan bersahabat, lalu kami memesan makanan seperti Balapeda, Ayam Penyek bumbu rujak, Karedok, Cumi goreng dan lain-lain, untuk harga makanan sangat terjangkau untuk ukuran tempat makan seindah ini. Untuk rasanya cukup enak hanya saja yang paling berkesan bagi kami adalah Balapeda. Bala artinya berantakan peda adalah ikan peda berarti ikan peda yang berantakan dicampur telur cabe dan bumbu lainnya wuih enaklah pokoknya.

Fasilitas Musholla

 

Sop Ayam Pak Min Klaten

Sop Ayam Pak Mien Klaten beralamat Jl. KH. Abdullah bin Nuh Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Yasmin Bogor. Letak setelah Rumah Makan Leuit Ageung sebelum Transmart Carrefour.

Pertama datang ke tempat ini kami langsung pesimis karena hanya satu menu yang disajikan ditempat ini yaitu Sop Ayam. Pilihannya hanya bagian tubuh ayam mana yang Anda inginkan apakah dada, paha, brutu, sayap, ati ampela dan pisah daging. Yang paling murah adalah nasi sop biasa/campur (nasi dan sop dicampur dalam satu mangkok), harganya masih dibawah Rp. 10.000 cukuplah buat sarapan. Dan yang paling mahal adalah sop ayam pisah dada diatas Rp. 20.000.

Sop Ayam Pak Min

Sop Ayam pisah daging bersama makanan pendampingnya


Rasa Sop Ayam Pak Min Klaten ini kuahnya segar dengan rempah-rempah dan jeruk nipis yang disiramkan sendiri kedalam mangkok. Dagingnya empuk tidak bau amis tapi hati-hati kena tulangnya ya. Karena repot dengan tulangnya maka dari kami sering memesan Sop pisah daging jadi tidak repot dengan tulang tinggal makan saja leup gitu hehehe. Tapi kalo sore hari sop pisah daging sering habis ya temen-temen. Ehhh hampir lupa sop ayam pak min juga ada makan pendamping juga lho seperti tahu goreng, tempe goreng, bergedel kalo dicampur kuah sop bikin tambah sedep dan nikmat lho. Ini merupakan tempat makan favorit kami di Bogor karena rasanya yang enak meski tempat makannya biasa saja.


Sate Shinta

Sate Shinta belum lama berdiri di Kawasan Yasmin Bogor. Sebelumnnya Sate Shinta ada dikawasan Puncak Bogor. Kuliner Bogor yang satu ini menawarkan berbagai macam menu sate. Menu Sate andalannya yaitu sate kambing, sate ayam sampai sate maranggi.

Menu yang Rakarizi pesan

Ketika kami masuk mulai tercium aroma makanan khasnya yaitu sate kambing, karena kami sekeluarga tidak menyukai daging kambing maka Kami tidak memesan menu tersebut. Kami memesan Sate Maranggi dan Sate Ayam dengan harga diatas empat puluh ribu rupiah untuk 10 tusuk sate. Untuk rasa satenya Sate Marangginya cukup enak perpaduan antara Sate Maranggi Cibungur Purwakarta dan Sate Maranggi Sari Asih Cianjur yaitu menggunakan dua macam sambal yaitu sambal tomat seperti Cibungur dan sambal oncom seperti Sari Asih. Nah untuk sate ayamnya rasa tipis sekali kurang bumbu menurut saya baik satenya maupun sambal kacangnya.

Pelayanan di Sate Shinta cukup baik apalagi untuk tukang parkirnya toplah.

Sate Ayam dan Sate Maranggi


Bakso Boejangan

Belum lama ini dibuka Bakso Boedjangan di Kota Bogor, alamatnya di Jl. Ahmad Yani tidak jauh dari GOR Padjajaran Bogor, Menunya cukup banyak dan menarik

Suasana di Malam hari di Bakso Boedjangan


saat berkunjung kesana saya hanya mencoba dua varian bakso yaitu Bakso Super Mozzarella dan Bakso Super Pedas, Rasanya enak dagingnya begitu terasa untuk kuah baksonya juga enak tapi menurut saya yang istimewa adalah bakso kecilnya enak banget begitu berbumbu untuk minumannya juga segar saya suka yang Leci mantap dah pokoknya. Pelayananya sangat ramah meskipun kelihatannya mereka letih tapi tetap tersenyum. Jam bukanya cukup panjang kalau ga salah sampe jam 12 malam gitu deh

Bakso Mozzarella


Untuk rekomendasi tempat makan bakso you also can read Bakso Enak di Bogor

Semoga tulisan ini bisa membantu Anda semua yang sedang ingin Wisata Kuliner Bogor kekinian.

Makanan Khas Bogor yang Melegenda

Makanan Khas Bogor yang Melegenda

Makanan khas Bogor yang melegenda ini memang tidak familiar dikalangan milenial. Maka dari itu rakarizi.com coba memperkenalkannya didalam blog ini agar kalangan muda Bogor mengetahui makanan khas daerahnya sendiri.

Sebetulnya makanan khas Bogor yang melegenda ini dari segi rasa tidak kalah dari makanan kekinian jaman now. Tapi karena tidak populer di medsos jadi banyak kalangan muda yang tidak tahu. Oke kita bahas satu-satu ya ada makanan khas apa aja dikota Bogor dan tempat makannya yang melegenda.

Laksa Bogor

Laksa Bogor adalah sejenis makanan berkuah santan dengan isian lontong, bihun, tauge, tahu, telur rebus dan oncom merah serta taburan serundeng. Laksa Bogor disajikan dalam keadaan panas pas untuk sarapan. Kuah santan, taburan serundeng berpadu dengan isiannya menjadikan laksa ini manis gurih enak membuat pagi hari terasa segar.

Makanan Khas Bogor

Laksa Gang Aut Mang Wahyu meja makan dan Warung Laksa terpisah oleh jalan hehehe


Cara memasak laksa cukup unik. Yaitu isian laksa dimasukkan kedalam mangkuk kemudian mangkuk disiram kuah panas laksa sampai beberapa kali. Tujuannya agar sayuran, bihun dan oncom merahnya matang. Pada saat proses memasak itulah akan tercium harum rempah-rempah laksa dan daun kemangi. Untuk menikmati semangkuk laksa Bogor Gang Aut Anda cukup merogoh kocek Rp. 15.000 saja.

Kuah santan dipadu dengan serundeng hemmm nikmat


Adapun tempat makan laksa Bogor yang telah melegenda adalah Laksa Gang Aut Khas Bogor “Mang Wahyu”. Alamatnya Gg. Aut Jalan Surya Kencana Bogor. Patokannya ketika baru masuk Gg. Aut langsung belok kiri setelah itu Anda pasti langsung dapat menemukan tempat makannya. Jam Buka Laksa Bogor Gg. Aut adalah Jam 7.00-14.00.

Tonton Videonya ya

 

Baca juga Wisata Kuliner Bogor yang kekinian

 

Toge Goreng Pak Gebro

Toge Goreng merupakan salah satu makanan khas kota Bogor. Toge Goreng dilihat dari namanya berarti toge yang digoreng hehehe bukan toge yang digoreng itu hanya namanya saja. Toge Goreng merupakan toge yang direbus tanpa digoreng sama sekali, ditambah mie kuning, irisan tahu dan irisan lontong kemudian diberi bumbu tauco. Rasanya cukup enak asam-asam segar taucho bisa Anda tambahkan kecap manis dan sambal untuk memperkuat rasa yang pernah ada hehehe.

Toge Goreng Pak Gebro

Toge Rebus, Mie Kuning, Tahu, Lontong disiram bumbu tauco beuh seger

Untuk dapat menikmati Toge Goreng sebetulnya ada banyak tempat penjual toge goreng di kota Bogor. Tapi kalau Anda ingin menikmati toge goreng ditempat asalnya yang telah melegenda datang saja ke Jl. Pengadilan depan toko Irian Motor atau sebrang SD Pengadilan namanya Toge Goreng Pak Gebro. Saking melegendanya tempat ini sampe ada lagunya yang berjudul Toge Goreng Pak Gebro. Untuk dapat menikmati Toge Goreng Pak Gebro Anda cukup merogoh kocek sebanyak Rp. 15.000 saja.

Proses pembuatan toge goreng dan suasana tempat makan toge goreng pak Gebro

Ditempat ini juga Anda menikmati minuman khas Bogor yaitu Es Pala yang asam segar pokoknya nikmat. Minuman ini simpel hanya terdiri dari gula, irisan pala, air dan es tapi rasanya mantap bikin mata Anda melek seketika. Harga Es pala ditempat ini dibanderol dengan harga Rp. 6.000 saja sangat terjangkau kan.

Es Pala

Es Pala yang segar

Doclang Pak Odik

Doclang makanan khas Bogor yang terdiri atas lontong yang dibungkus daun patat, tahu goreng, kentang goreng, telur rebus, disiram bumbu kacang dan ditaburi kerupuk. Sekilas mirip dengan ketoprak tapi ternyata beda karena Doclang tidak memakai bihun dan sayur tauge. Doclang juga menggunakan lontong yang dibungkus dengan daun patat yang menghasilkan aroma yang khas. Bumbu kacang doclangpun berbeda karena telah diolah sedangkan ketoprak murni dari kacang yang diulek mendadak.

Doclang Pak Odik

Doclang Pak Odik dengan bumbu kacangnya yang enak


Untuk memperkuat rasa Anda bisa menambahkan sambal atau kecap. Harga per porsi doclang hanya Rp. 10.000 untuk yang biasa sedangkan jika memakai telur rebus Rp. 13.000 saja.

Doclang banyak ditemukan di Kota Bogor tapi menurut saya Doclang pak Odik adalah yang istimewa dan sudah berjualan selama puluhan tahun. alamat Doclang pak Odik adalah Jl. Pasir Kuda No.23, Pasir Jaya, Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16119. adapun jam bukanya jam 07.00-12.00.

Warung Doclang pak odik

Warung Doclang Bapak Odik yang begitu sederhana berbeda dengan tempat makan kekinian


Bubur Ayam Kabita

Bubur ayam memang bukan makanan yang khas kota Bogor, tapi Bubur Ayam Kabita adalah bubur ayam khas Kota Bogor. Bubur Ayam Kabita telah berdiri sejak tahun 1971 sehingga telah melegenda. Bubur Ayam Kabita memang tidak seramai dulu tetapi bubur ayam ini tetap dikunjungi para penggemar setia yang ingin bernostalgia.

Bubur Ayam Kabita sebelum dan dan sesudah diaduk


Buburnya mungkin biasa tetapi ayamnya yang berbeda disini menggunakan suwiran ayam yang agak disemur. Harga Bubur ayamnya Rp. 11.000/porsi sedangkan satenya Rp. 2.500/tusuk. Rasanya enak cukup untuk membawa nostalgia ke masa lalu hehehe. Jadi cukup pantaslah jika Bubur Ayam Kabita saya masukan kategori Makanan Khas Bogor yang melegenda.

 

Hotel Orchardz Jayakarta

Hotel Orchardz Jayakarta

Hotel Orchardz Jayakarta

Hotel Orchardz Jayakarta hotel nyaman yang strategis di Jakarta Kota


Libur lebaran kami putuskan untuk hanya berlibur di Jakarta saja yaitu berkeliling ke tiga Pulau kepulauan seribu Pulau Kelor, Pulau Cipir dan Pulau Onrust. Agar liburan lebih terasa meski hanya ke pulau seribu bapak Rakarizi putuskan untuk menginap di Jakarta. Rakarizi pun berdiskusi dengan bapak kira-kira harus menginap dimana ya? Hotel yang dekat dari stasiun Jakarta Kota tapi tetap nyaman untuk kami beristirahat. Terus memilih dan memilih Akhirnya kami bertiga memutuskan untuk menginap di Hotel Orchardz Jayakarta hotel nyaman yang strategis di Jakarta Kota.

Hotel Orchardz Jayakarta terletak hanya beberapa KM dari stasiun Jakarta Kota bahkan hanya 640 m dari stasiun Jayakarta. Hotel Orchardz Jayakarta memiliki lokasi yang sangat strategis alamat tepatnya Jl. Pangeran Jayakarta No. 44 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar Jakarta. Oleh karena itu postingan ini Rakarizi beri judul Hotel Orchardz Jayakarta hotel nyaman yang strategis di Jakarta Kota.

Sepulang dari kepulauan seribu kami menggunakan angkot menuju stasiun Jakarta Kota tarifnya Rp. 16.000 per orang wuiiih ganas juga tarifnya ya hehehe. Tapi tak apalah tarif segitu juga yang penting Rakarizi cepet sampe stasiun Jakarta Kota tanpa ribet harus turun naik kendaraan umum. Mampir sejenak untuk mengisi perut Rakarizi yang minta diisi ditempat kuliner stasiun Jakarta Kota yang padat pedagang. Perut sudah terisi lalu kami memesan taxi online menuju hotel Orchardz Jayakarta tarifnya hanya 20 ribuan saja.

Pelayanan Check In

Sampai di Lobby Hotel mama Rakarizi langsung melakukan check in. Pelayanan check in cukup cepat dan ramah tidak bertele-tele. Proses Check in selesai kami langsung menuju kamar kami sambil membawa barang kami sendiri, berbeda dengan di Harper barang bawaan kami langsung sigap dibawakan kalo disini tidak.

Lobby Hotel Orchardz Jayakarta

Lobby Hotel Orhardz Jayakarta


Fasilitas kamar

Fasilitas kamarnya sangat lengkap untuk ukuran tarif kamar 500 ribuan. Kamar yang cukup luas, 1 tempat tidur ukuran king size, 2 sofa lengkap dengan mejanya, Kursi rias beserta cermin, teko listrik, fasilitas kamar mandipun lengkap termasuk hair dryer. Pokoknya untuk urusan fasilitas kamar hotel ini sangat memuaskan kami sehingga kami dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman.

Swimming Pool

Seperti biasa subuh-subuh kami sudah bangun untuk melaksanakan shalat subuh kemudian ingin langsung berenang. Tapi untuk menjaga kondisi badan, kami mengisi perut kami dulu dengan mie instan cup. Setelah perut terisi kami mencari keberadaan kolam renang di hotel ini. Ternyata kolam renang berada dilantai dasar dekat dengan restaurant dalam kolam renangnya berada dalam ruangan jadi sangat nyaman.

Meski Rakarizi menuju kolam renang pagi-pagi ternyata ada yang lebih pagi dari Rakarizi, ada 2 orang anak yang sebaya dengan Rakarizi telah berenang disana. Kondisi kolam renang cukup bersih dan nyaman untuk kami berlama-lama berenang. Restaurant mulai ada pengunjung untuk sarapan kami memutuskan untuk selesai berenang untuk kemudian mandi.

Rakarizi menikmati pagi hari dengan berenang


Sarapan

Mandi selesai Rakarizi turun lagi menuju restaurant untuk menikmati sarapan. Ketika sampai didepan Restaurant, Rakarizi langsung didata untuk tambahan sarapan sebesar Rp. 75.000. Varian makanan dalam menu sarapan di hotel ini cukup bervariasi dengan rasa yang enak. Yang paling mengejutkan Rakarizi bisa meracik sendiri bubur ayam dengan rasa yang enak padahal biasanya kalo meracik bubur ayam sendiri biasanya selalu gagal hehehe.

 Suasana Sarapan di Hotel Orchardz Jayakarta

Proses Check Out

Berenang sudah, sarapan sudah biasanya Rakarizi jalan-jalan menikmati lingkungan sekitar hotel. Karena hotel Orchardz Jayakarta bukanlah resort dan letaknyapun di pusat kota Jakarta jadi tidak ada yang bisa dinikmati disekitar hotel. Setelah beristirahat dan menghabiskan waktu dikamar hotel kami memutuskan untuk check out saja pada pukul 9.30 pagi. Proses check out pun sangat mudah dengan pelayanan yang ramah. Terima kasih Hotel Orchardz Jayakarta.

 

Purwakarta Destinasi Liburan Akhir Tahun Rakarizi

Purwakarta Destinasi Liburan Akhir Tahun Rakarizi

Tahun ini ingin mengajak Enin dan Abah jalan-jalan ke Purwakarta setelah tahun 2016 lalu kita jalan-jalan ke Batu Malang. Tahun ini agak deket dari Bogor karena disesuaikan dengan keadaan hehehe. OK langsung aja ikutin cerita liburan Rakarizi di “Purwakarta destinasi liburan akhir tahun Rakarizi“.

Sebetulnya tak berniat lama-lama di Purwakarta oleh karena itu Rakarizi tidak membuat itenerary. Cuma 3 tempat yang ingin Rakarizi saat itu yaitu Istora Jatiluhur, Sate Maranggi Haji Yetty dan mencari rumah keponakan Enin.

Purwakarta Destinasi Liburan akhir tahun rakarizi

Bergaya dengan latar belakang Waduk Jatiluhur


Perjalanan Menuju Purwakarta

Perjalanan dimulai hari minggu pagi jam 05.00 untuk menghindari kemacetan di tol Cikampek. Berhubung masih amatir bapak menggunakan bantuan GPS sebagai penunjuk arah. Pada mulanya perjalanan berjalan lancar tanpa tersentuh kemacetan tetapi ketika masuk tol Cikampek kami diarahkan keluar dari tol menuju Jati Asih. Alhasil kami keluar masuk tol di sekitar Jati Asih dan masuk kembali ke Tol Cikampek dalam keadaan sudah macet. Pelajaran yang bisa kita ambil jangan terlalu nurut sama GPS kalo kita merasa jalan yang kita tempuh sudah benar. Setelah mengalami kemacetan sekitar 30 menit dari Jati Asih sampai Cikarang Utama akhirnya kita sampai di Purwakarta Jam 09.00.

Istora Jatiluhur

Tak jauh dari pintu tol Jatiluhur Purwakarta kita menemukan kawasan wisata Jatiluhur. Jatiluhur merupakan salah satu bendungan (Waduk) terbesar di Indonesia yang dibangun mulai tahun 1957 dan diresmikan tahun 1967. Waduk Jatiluhur merupakan waduk serbaguna yang digunakan sebagai PLTA dan pengairan sawah serta untuk pariwisata.

Tiket masuk ke kawasan wisata Jatiluhur adalah Rp. 15.000/orang dan Rp. 20.000 untuk tiket masuk mobil. Sedangkan Istora Resort adalah sebuah rumah makan dan hotel di kawasan wisata Jatiluhur dengan demikian dikenakan bea masuk lagi per orang Rp. 10.000. Istora Resort menyediakan berbagai spot foto yang cantik dan menarik sehingga Anda dapat puas berfoto ria disana. Ada yang berlatar belakang waduk Jatiluhur dan tampak dari kejauhan Gunung Parang dan Gunung Bongkok. Ada yang berlatar belakang turbin waduk jatiluhur ada tangga yang naik keatas pohon. Pokoknya persiapan HP atau Kamera Anda dan cari angle foto terbaik sehingga hasil jepretan Anda akan maksimal.

Kebahagiaan Enin dan Abah di Istora Resort Jatiluhur


Sate Maranggi Haji Yetty

Angka jarum jam belum menunjukkan jam 11 tepat tapi Rakarizi sudah lapar dan ingin segera makan Sate Maranggi. Tentang Sate Maranggi Haji Yetty, Rakarizi bahas dalam postingan khusus ini ya. Kenapa dibahas khusus karena keluarga Rakarizi merupakan penggemar sate ini dan seakan-akan Sate Maranggi Haji Yetty merupakan Warung Sate terbesar di dunia.

Salah memilih Hotel

Seperti diceritakan sebelumnya bahwa kami tidak berniat menginap di Purwakarta. Tapi ternyata mama sudah membooking hotel secara dadakan ketika perjalanan menuju sate maranggi dengan alasan takut Bapak capek kalo pulang langsung. Eh ternyata eh ternyata namanya dadakan dalam booking hotel itu merupakan suatu kesalahan karena hotel-hotel sudah full book jadilah kita dapat hotel sisa. Hotel ini tidak akan Rakarizi bahas disini apalagi dalam review hotel karena terlalu banyak kekurangannya. Pokoknya pesan dari Rakarizi jangan pesan hotel dadakan ya temen-temen.

Situ Buleud ( Taman Air Mancur Sri Baduga )

Pada awalnya ketika memutuskan untuk menginap di Purwakarta ingin menonton pertujukan air mancur di Taman Air Mancur Sri Baduga. Tapi berhubung kami menginap dihari minggu dan pertunjukan hanya diadakan hari sabtu jadinya Rakarizi cuma bisa gigit jari deh hehehe. Daripada tidak menikmati sama sekali jadinya Rakarizi jalan-jalan sore aja di Situ Buleud.

Area dalam dan luar Situ Buleud


Situ Buleud adalah situ yang berada ditengah kota Purwakarta dengan luas 4 Ha. Situ Buleud makin terkenal karena ditata dan dikelola dengan baik oleh pemerintahnya. Apalagi ketika Situ Buleud dijadikan Taman Air Mancur Sri Baduga wehhh tambah banyaklah wisatawan datang ketempat ini. Semoga Situ-situ dikota Bogor juga dapat dikelola dan dipercantik seperti di Purwakarta. Jalan-jalan sore di Situ Buleud menyenangkan juga ternyata selain ada joging track yang mengelilingi situ Anda juga dapat memberi makan ikan yang sangat banyak di situ. Rakarizi sangat senang kasih makan ikan karena ikannya pada semangat untuk berebut makanan hehehe.

Situ Buleud bukan hanya bagus diarea dalam diarea luar juga bagus karena dikelilingi pagar tinggi yang indah. Di pertigaan Jl. Siliwangi dengan Jl. Ganda Negara ada monumen patung badak dengan latar belakang seorang pria berkuda yang cukup besar. Monument badak dan pria berkuda dihiasi lampu cantik sehingga banyak para wisatawan menjadikan spot foto dari sore hingga malam hari.

Keindahan Purwakarta semakin dipercantik oleh keramahan warganya. Ketika kami berjalan-jalan sore kami mendapatkan info dari warga sekitar bahwa ada situ lagi di daerah Wanayasa. Ok ini akan jadi destinasi liburan Rakarizi berikutnya di Purwakarta.

Situ Wanayasa

Situ Wanayasa

Situ Wanayasa yang memiliki pulau ditengah situ


Pagi hari setelah sarapan kami langsung menuju Situ Wanayasa yang kata penduduk sekitar dekat. Situ Wanayasa menjadi tujuan dadakan pertama kami dalam Purwakarta Destinasi Liburan kahir tahun Rakarizi. Kami gunakan lagi GPS menuju Situ Wanayasa agar tidak tersasar. Wakwaw hehehe ternyata GPS menunjukkan jarak 25 KM hehehe mungkin menurut orang sini jarak 25 KM itu dekat.

Tak patah semangat Rakarizi tetap melanjutkan perjalanan menuju Situ Wanayasa yang menanjak karena sepertinya kami melewati pegunungan. Objek wisata Giri Tirta telah kami lewati Situ Wanayasa tetap belum nampak. Setelah lebih dari 30 menit akhirnya kami sampai juga di Purwakarta.

Situ Wanayasa terletak di Kabupaten Purwakarta dengan luas Situ sekitar 7 Ha. Situ Wanayasa sangat indah dimana ditengahnya terdapat pulau kecil dan berlatar belakang Gunung Burangrang. Situ Wanayasa berada di ketinggian 600 MDPL sehingga udaranya lumayan sejuk. Situ Wanayasa juga dikelola dengan baik dan pedagang disekitar situ menjajakan dagangannya dengan harga normal tanpa dilebih-lebihkan. Ini yang Rakarizi suka dari Purwakarta Pemerintah dan Masyarakat sama-sama sadar wisata menjadikan Purwakarta iiiistimewa.

Ketika dalam perjalanan ke Situ Wanayasa kami melewati Kampung Panenjoan dan mamapun berkata target berikutnya itu.

Bukit Panenjoan

Puas menikmati Situ Wanayasa mamapun langsung menggunakan GPSnya menuju Bukit Panenjoan. Ternyata eh ternyata Kampung Panenjoan yang kita lewati ketika dalam perjalanan menuju Situ Wanayasa bukanlah Bukit Panenjoan yang kita maksud. Bukit Panenjoan letaknya masih jauh sekitar 9.3 KM. Adapun alamatnya ada di Kampung Cinangka, Desa Sindang Panon Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta.

Harga tiket masuk BUkit Panenjoan hanya Rp. 5.000 per orang sedangkan untuk parkir mobil Rp. 10.000 langsung bayar ditempat. Jarak dari loket tiket ke objek wisatanya sekitar 1 KM. Sebelum sampai ke Bukit Panenjoan kita akan melewati perkebunan teh dan warung-warung makanan dimana mereka akan menjajakan makanannya dengan ramah.

Bukit Panenjoan artinya bukit untuk melihat. karena diatas bukit ini kita dapat melihat hamparan keindahan Purwakarta dilatar belakangi Gunung Sangga Buana. Bukit Panenjoan berupa jembatan kayu unik yang dibangun diatas perkebunan teh yang dikelola oleh PT. Kartini Wana Raya. Diatas jembatan kayu tersebut dibangun spot-spot foto yang menarik berlatar belakang ketinggian yang berbalut keindahan. Abah Enin sangat berani sekali menikmati spot-spot foto yang ada sedangkan kami bertiga yang lebih muda malah agak takut hehehe… jadi malu.

Cuma satu yang sangat disayangkan dari objek wisata ini yaitu toilet tak terurus sehingga kotor. Mudah-mudahan pengelola segera menyadari akan hal ini. Dari Bukit Panenjoan menuju Purwakarta kami memilih jalur lain tidak melewati Wanayasa dengan harapan jalannya tidak se ekstrim lewat sana. Dan pilihan kami tepat hehehe.

ini Kami di Bukit Panenjoan


Purwakarta menuju Bogor

Perjalanan pulang kami ke Bogor sangat lancar. Ketika kami sampai di Jati Asih kami diarahkan kembali oleh GPS untuk keluar tol menuju Jati Asih. Kami tidak mengikuti saran itu dan tetap malanjutkan menuju Cawang dan keputusan kami benar lagi, alhamdulillah perjalanannya benar-benar lancar sampai di Bogor. Itulah cerita Purwakarta destinasi liburan akhir tahun Rakarizi semoga Purwakarta bisa mengembangkan pariwisatanya lebih baik lagi.